Aktivis Pemuda Sayangkan Sikap “Manja” DPRD Bulukumba di Tengah Pandemi Covid-19

SULSELSATU.com, BULUKUMBA – Masyarakat Kabupaten Bulukumba dikagetkan dengan adanya sepucuk surat yang beredar di media sosial.

Surat yang diteken oleh Bupati Bulukumba Andi Muh Sukri A Sappewali itu, bersurat ke sejumlah bank di daerah tersebut, memohon penangguhan pembayaran angsuran pinjaman dan bunga Anggota DPRD Bulukumba dan ASN lingkup Pemda Bulukumba.

Salah satu aktivis pemuda Bulukumba Herman Azan menilai pimpinan dan anggota DPRD Bulukumba terlalu manja, padahal kata dia sangat banyak warga di daerah berjuluk Butta Panrita Lopi itu yang patut mendapatkan perhatian dari legislator yang terhormat itu dan Pemkab Bulukumba.

“Setahu saya gaji mereka (anggota DPRD dan ASN) tidak ada yang dipotong, tapi kenapa mesti harus dibuatkan surat yang ditandatangani oleh bupati untuk memohon penangguhan pembayaran angsuran, ini sangat kita sayangkan dan sesalkan,” kata mantan Ketua Cabang HMI Kabupaten Bulukumba itu, Selasa (28/4/2020).

“Mereka sedang memperlihatkan diri bahwa anggota dewan ini seolah-olah susah, padahal hak mereka (gaji/fasilitas) semuanya baik-baik saja,” sambung dia.

Pria yang sedang menempuh pendidikan Strata 2 di Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, menguatarakan begitu banyak petani, nelayan, UMKM, pekerja harian yang kebingungan untuk bertahan hidup di tengan pandemi Covid-19.

“Legislator kita sepertinya sudah tidak memikirkan rakyatnya lagi yang buat mereka duduk manis di DPRD Bulukumba, mereka hanya memikirkan dirinya sendiri, dan saya kira tidak punya nurani lagi sementara banyak warga yang kesusahan akibat corona,” ujar dia.

Meski begitu, dia masih menaruh harapan agar para legislator di DPRD Bulukumba bisa memperlihatkan kepeduliannya kepada warganya yang terdampak Covid-19.

Editor: Asrul