Logo Sulselsatu

Pria Kulit Hitam Mati Dibunuh Polisi AS, Demo Rasisme Meluas

Asrul
Asrul

Senin, 01 Juni 2020 21:25

ilustrasi. (int)
ilustrasi. (int)

JAKARTA – Kasus pembunuhan pria kulit hitam bernama Georve Floyd oleh polisi kulit putih di Amerika Serikat (AS) menundang simpati dunia.

Ribuan orang berdemo di Auckland, Selandia Baru pada Senin (1/6) sebagai aksi solidaritas untuk memprotes pembunuhan George Floyd di AS serta melawan kekerasan polisi dan rasisme di negara mereka sendiri.

Sejumlah masyarakat dunia telah menyaksikan dengan kegelisahan yang tumbuh selama demo di AS karena rentetan insiden pembunuhan polisi terhadap pria dan wanita berkulit hitam. Floyd meninggal dunia pada 25 Mei di Minneapolis setelah seorang polisi kulit putih mengunci lehernya dengan lutut hingga meninggal dunia.

Baca Juga : Penembakan Brutal di Turale AS, Ibu dan Bayi 6 Bulan Tewas

Petugas tersebut telah dipecat dan didakwa melakukan pembunuhan.

Namun, itu tak menghentikan tuntutan pendemo yang meminta keadilan dan menghentikan perlakuan rasial.

Menurut laporan AFP, para pengunjuk rasa di Selandia Baru berdemo di depan Konsulat AS. Mereka berlutut sambil memegang beberapa seruan.

Baca Juga : Panel Surya Indonesia Siap Bersaing di Amerika Serikat, Pemerintah Harap Ekspor Meningkat

“I can’t breathe (Saya tidak bisa bernapas),” seperti ucapan terakhir Floyd kala dibunuh polisi.

“Virus sebenarnya adalah rasialisme,” ujar lainnya.

Ratusan lainnya bergabung dengan protes damai di tempat lain di Selandia Baru. Senin ini juga bertepatan dengan hari libur nasional di sana.

Baca Juga : VIDEO: 2 Oknum Aparat di Merauke Aniaya Pria Difabel

Selain Selandia Baru, ratusan orang di Brasil juga memprotes kejahatan yang dilakukan oleh polisi terhadap orang kulit hitam di lingkungan kelas pekerja Rio de Janeiro, yang dikenal sebagai favelas.

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan mereka, dengan beberapa demonstran mengatakan: “I can’t breathe,” mengulangi kata-kata Floyd.

Di Kanada, protes antirasialisme berubah menjadi bentrokan antara polisi Montreal dan beberapa demonstran. Polisi menyatakan pertemuan itu ilegal setelah mereka mengatakan proyektil dilemparkan ke petugas yang menanggapi dengan semprotan merica dan gas air mata. Beberapa jendela hancur dan beberapa kebakaran terjadi.

Baca Juga : Ada Warga Amerika Terpilih Jadi Bupati di NTT

Di negara-negara yang otoriter, kerusuhan menjadi kesempatan untuk melemahkan kritik AS. atas situasi mereka sendiri. Televisi pemerintah Iran berulang kali menayangkan gambar-gambar kerusuhan AS. Rusia mengatakan Amerika Serikat memiliki masalah hak asasi manusia yang sistemik.

China pun membalikkan propaganda Amerika tentang demonstrasi antipemerintah Hong Kong, yang telah lama dikatakan pemerintah di negara itu didukung oleh AS.

Dalam sebuah komentar kepada surat kabar Global Times, Partai Komunis yang berkuasa mengatakan para pengamat China telah berpesan bahwa politikus AS seharusnya berpikir dua kali sebelum berkomentar lagi tentang Hong Kong, mengetahui: “Kata-kata mereka mungkin menjadi bumerang.”

Baca Juga : Rasis, Media Australia Gunakan Emoji Monyet untuk Striker Inter Milan

Surat kabar resmi Korea Utara Rodong Sinmun pada Senin (1/6) pun melaporkan tentang demonstrasi. Disebutkan media itu bahwa pengunjuk rasa “dengan keras mengutuk” seorang polisi kulit putih atas pembunuhan tanpa hukum dan secara brutal terhadap seorang warga kulit hitam.

Tiga foto dari Minneapolis Star Tribune, kantor berita Reuters dan Agence France-Presse menunjukkan aksi protes dalam beberapa hari terakhir di kota tempat Floyd terbunuh.

Artikel itu mengatakan ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan Gedung Putih sambil meneriakkan: “Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian,” dan demonstrasi juga terjadi di kota-kota lain. Tak ada komentar langsung yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik04 Mei 2026 06:35
Idrus Marham Kaget Respon Amien Rais Soal Prabowo Padahal Pernah Satu Koalisi
SULSELSATU.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) 2014, Idrus Marham, menyoroti pernyataan Amien Ra...
News03 Mei 2026 21:45
23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Memasuki usia ke-23, Luwu Timur tidak sekadar merayakan perjalanan administratif sejak pemekaran, tetapi menunjukkan transformasi nyata, dari kawasan ...
Sulsel03 Mei 2026 20:21
Tasming Hamid Optimistis CFN dan CFD Dongkrak Ekonomi Lokal di Kawasan Mattirotasi Baru
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Mattirotasi Baru kembali menjadi magnet bagi...
Pendidikan03 Mei 2026 20:05
Ramli Rahim Apresiasi Pelaksanaan Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) telah berakhir. Mubes 2026 ditutup dalam su...