Logo Sulselsatu

Mantan Ketum PP Muhammadiyah Ungkap 3 Alasan Kepala Negara Bisa Dimakzulkan

Asrul
Asrul

Rabu, 03 Juni 2020 10:50

Din Syamsuddin (INT)
Din Syamsuddin (INT)

SULSELSATU.com – Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Isu pemakzulan kembali terdengar.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudddin mengungkapkan hal tersebut dalam acara diskusi daring ‘Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Masa Pandemi Covid-19’.

Dosen Pemikiran Politik Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan pemakzulan pemimpin merupakan sesuatu yang dimungkinkan dalam konteks politik Islam. Mengutip pandangan pemikir Islam, Al-Mawardi, Din menjelaskan ada tiga syarat untuk memakzulkan kepala negara.

Baca Juga : Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1 Maret 2025, Idul Fitri Tanggal 31

Pertama, kata dia, tidak adanya keadilan. Din berujar ini merupakan berlaku adil merupakan syarat utama seorang pemimpin. Karena itu jika hal ini tidak terpenuhi maka layak untuk diberhentikan.

“Ketika pemimpin tidak berlaku adil, hanya menciptakan satu kelompok lebih kaya, atau ada kesenjangan ekonomi,” seperti diberitakan Tempo, dikutip Sulselsatu, Rabu (3/6/2020).

Syarat kedua, ucap Din, pemimpin bisa diberhentikan jika tidak memiliki ilmu pengetahuan atau tidak mempunyai visi kepemimpinan yang kuat dalam mewujudkan cita-cita nasional. Dalam konteks Indonesia, hal ini sama dengan saat pemimpin itu tidak memahami esensi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Baca Juga : Atasi Pemanasan Global, Pj Gubernur Sulsel Ajak BEM Unismuh se-Indonesia Tanam Pohon Serentak

“Kalau ada pemberangusan diskusi, mimbar akademik, itu secara esensial bertentangan dengan nilai mencerdaskan kehidupan berbangsa’,” ujar Din.

Adapun syarat yang terakhir seorang pemimpin bisa dimakzulkan adalah ketika dia kehilangan kewibawaannya dan kemampuan memimpin terutama dalam masa kritis.

Selain itu, ucap Din, Imam Al-Ghazali pernah menyatakan setuju dan memungkinkan adanya pemakzulan jika ada ketidakadilan atau kezaliman.

Baca Juga : Silaturahmi dengan Danny Pomanto, PD Muhammadiyah: Terima Kasih Pak Wali Sudah Fasilitasi Ibadah, Ini Sejarah!

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum30 Juni 2026 15:00
Sosok Kombes Sugeng Perwira di Balik Terbongkarnya Jalur Baru Sabu ke Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kombes Sugeng Sudarso menjadi salah satu sosok di balik terungkapnya jalur baru peredaran narkotika jenis sabu yang m...
Makassar30 Juni 2026 14:59
Arahan Pak Wali Kota Appi: PDAM Makassar Jalankan 3 Strategi, Debit Bertambah dan Sambungan Pipa Diperluas
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Upaya Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, dalam mengatasi krisis air bersih di wilayah utara kota mulai menunjukk...
Hukum30 Juni 2026 14:56
Polda Sulsel Bongkar Jalur Baru Sabu Malaysia via Pekanbaru, Sita 4,4 Kg
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) membongkar jalur baru penyelundupan sabu asal Malaysia yan...
News30 Juni 2026 14:54
Pelindo Jasa Maritim Perkuat Komitmen Zero Corruption Lewat Larangan Suap dan Gratifikasi
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan budaya Zero Corruption....