SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD II Golkar Makassar sudah mengambil sikap dengan batalnya bakal calon petahana Moh Ramdhan Pomanto menggandeng kader Golkar di Pilwali Makassar 2020.
Rabu (24/6/2020) kemarin, DPP NasDem memaketkan Moh Ramdhan Pomanto dengan Fatmawati Rusdi. Keduanya memang merupakan kader NasDem.
Baca juga: Pilwali Makassar 2020” (Edit)">Sah, NasDem Usung Danny-Fatma di Pilwali Makassar 2020
Baca Juga : Pengamat Nilai Dukungan 20 DPD II Tegaskan Appi Figur Pemersatu Golkar Sulsel
Merespons sikap Danny, Ketua DPD II Golkar Makassar Farouk M Betta menyayangkan etika Danny dalam berpolitik.
“Apalagi sebelumnya, Danny menawarkan diri ingin menggandeng kader Golkar sebagai pasangan. Dia yang datang menawari, dia pulang yang pergi tanpa kabar,” kata Farouk kepada wartawan, Rabu (24/6/2020).
Baca juga: OPINI: Golkar Baper, NasDem dan PDIP Tampil Cuper
Baca Juga : Jelang Musda Golkar Sulsel, Pendukung Appi Temui Muhidin di Jakarta
Eks Ketua DPRD Kota Makassar ini mengatakan, keinginan Danny untuk menggandeng kader Golkar di Pilwali 2020 bahkan disampaikannya saat deklarasi di Celebes Convention Centre Maret silam.
Jika benar Danny telah berkomitmen dengan kandidat lain, maka Aru menegaskan, sikap ini semakin menguatkan opini selama ini bahwa Danny memang bukan pemimpin yang bisa dipegang komitmen dan sikapnya.
“Tidak masalah, tapi ini semakin menguatkan opini jika Pak Danny bukan orang yang komitmen, komitmenya tidak bisa kita pegang. Hari ini bisa membangun komitmen, besok lain lagi,” ucapnya.
Baca Juga : Dukungan Mayoritas DPD II Jadi Bukti Kekuatan Appi di Golkar Sulsel
Atas dinamika politik ini, Aru mengatakan, Golkar kini menyiapkan opsi lain di pilwali. Bahkan, pun mengisyaratkan akan memenangkan pilwali tanpa Danny.
“Tanpa DP, Golkar siap dengan segala skenario untuk memenangkan Pilwali Makassar,” jelas Aru sembari menyebut segera menggelar pleno untuk mebatalkan rekomendasi Golkar ke Danny.
Editor: Hendra Wijaya
Baca Juga : Dukungan ke Appi Jelang Musda Golkar Makin Kuat, Terbaru Luwu Timur
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar