Logo Sulselsatu

Jelang Tuntutan, Terdakawa Kembalikan Dana Korupsi PAUD Rp840 Juta ke Jaksa

Asrul
Asrul

Kamis, 25 Juni 2020 09:41

Pengembalian dana korupsi PAUD ke Kejari Bone. (ist)
Pengembalian dana korupsi PAUD ke Kejari Bone. (ist)

SULSELSATU.com, BONE – Sidang kasus tuntutan korupsi dana PAUD Dinas Pendidikan Bone di Pengadilan Tipikor Makassar yang digelar hari ini, Kamis (25/6/2020) kembali ditunda.

Seluruh agenda persidangan hari ini ditunda dengan alasan sterilisasi pengadilan dari ancaman penularan Covid-19.

Di Bone, dua terdakwa masing-masing Iksan dan Sulastri melalui pihak keluarga mengembalikan dana sebesar Rp840 juga kepada jaksa di Kejari Bone. Rencananya, uang hasil korupsi tersebut diserahkan di hadapan hakim.

Baca Juga : Seret 4 Tersangka, Proyek Irigasi Jaling Disubkontrakkan hingga Rugikan Negara Rp3,5 Miliar

“Sebelumnya wacana mau kembalikan, tapi kan kalau wacana kita belum lihat fisiknya, kita mau meyakinkan dulu apakah pengembalian betul ada, jangan sampai kita sampaikan ke hakim, jumlahnya berbeda,” kata Humas Kejari Bone Andi Alamsyah.

Alam mengatakan, pengembalian tersebut bisa saja merubah jumlah tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), namun tergantung hasil rapat bersama tim jaksa Kejari.

“Kalau merubah kita tidak bisa katakan, itulah makanya kita rapatkan dulu bagaimana pendapat tim dan hubungannya dengan tuntutan,” lanjut Kasi Intelijen Kejari Bone ini.

Baca Juga : Kejari Bone Kembali Tetapkan 2 Tersangka Baru Korupsi Irigasi Jaling

Ketiga terdakwa, Masdar, Iksan dan Sulastri telah melewati proses panjang persidangan kasus korupsi dana PAUD yang merugikan negara sebesar Rp4,9 miliar tersebut.

Beberapa waktu lalu, Masdar melalui kuasa hukumnya telah menyerahkan uang senilai Rp250 juta, lalu disusul Iksan melalui istrinya menyerahkan uang sebesar Rp420 juta, demikian dengan Sulastri yang diwakili pihak keluarga juga menyerahkan uang senilai Rp420 juta, ditambah uang yang disita saat penyidikan sehingga total uang yang telah kembali adalah Rp1.230.075.000.

“Masing-masing 50 persen lah dari uang yang dinikmati, nanti kita jadikan pertimbangan di tuntutan, kalau untuk pengembalian sepenuhnya, belum,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Andi Kurnia.

Baca Juga : Nama Kajari Bone Dicatut Minta Transferan ke Pejabat, Begini Modusnya

Sidang berikutnya dijadwalkan pada pekan depan dengan agenda tuntutan. “Yah otomatis minggu depan, besok PN mau ada penyemprotan disinfektan, bersih-bersih satu hari,” kata Humas PN Makassar, Bambang.

Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...
News04 November 2026 20:41
Pegadaian Ambon Raih Tiga Penghargaan CSR 2026
PT Pegadaian (Persero) Area Ambon meraih tiga penghargaan Winner Top CSR Award 2026 dari Pemerintah Kota Ambon....