Logo Sulselsatu

Terapkan Edaran Menkes, Biaya Rapid Test di RSUD Parepare Rp150 Ribu

Asrul
Asrul

Jumat, 10 Juli 2020 13:30

RSUD Andi Makkasau Parepare. (ist)
RSUD Andi Makkasau Parepare. (ist)

SULSELSATU.com, PAREPARE – Manajemen RSUD Andi Makkasau Kota Parepare menetapkan tarif rapid tes sebesar Rp150 ribu.

Jumlah biaya yang dipatok tersebut berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menetapkan batas maksimal rapid tes sebesar Rp150 ribu. Edaran tersebut diterbitkan 6 Juli, lalu.

“Rumah sakit kami kan milik pemerintah. Maka dari itu, kita harus mengikuti edaran dari Kementerian. Jadi kami tetapkan tarif rapid tes kepada warga atas permintaan sendiri, yakni Rp150 ribu,” ujar dr Cenrara, Wakil Direktur (Wadir) Administrasi dan Keuangan RSUD Parepare, Jumat (10/7/2020).

Baca Juga : Pandemi Covid-19, RSUD Parepare Imbau Jangan Takut ke Rumah Sakit

Menurutnya, jumlah tersebut juga telah dikomunikasikan dengan Dewan Pengawas RSUD Andi Makkasau.

Meski demikian, ia tidak menampik bila biaya rapid test yang ditekankan Kemenkes dapat menimbulkan dampak kerugian.

Sebab kata dia, modal yang dikeluarkan menggunakan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) melebihi harga yang ditetapkan Kemenkes.

Baca Juga : RSUD Parepare Uji Coba Penerapan Aplikasi “Salamaki”

“Cuma yang saya pikirkan juga, ini kan barang yang dibeli sudah telanjur melebihi harga dari Kemenkes. Kami masih ada stok alat rapid tes yang kami beli dengan harga Rp165 ribu, sementara Kemenkes menekankan harga menjadi Rp150 ribu. Jadi otomatis tidak menutupi operasional rumah sakit,” ungkapnya.

Karena itu, lanjutnya, petugas medis dibayar menggunakan jasa medik. Apalagi, rumah sakit memiliki fungsi sosial.

“Petugas kemungkinan dibayar menggunakan jasa medik. Rumah sakit juga kan ada fungsi sosialnya. Apa boleh buat, toh ini rumah sakit milik Pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga : Direktur RSUD Parepare Edukasi Anak Pasar Bahaya Isap Lem

Penulis: Andi Fardi

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....