iklan Kareba Parlementa
Sulselsatu
Sulselsatu
iklan Kareba Parlementa

Opini: Pro-Kontra Hagia Sophia, Emosi Beragama Hingga Kedaulata Negara

Iklan Humas SulSel

Oleh Abd. Kadir Jaelani-Sekretaris Umum Korps Muballigh DMI Sulsel

“Bahwa konflik agama punya akar sejarah yang panjang dimana manusia dan kemanusiaanya selalu menjadi tumbal yang dihargai begitu murahnya” Uje Jaelani

Kontroversi akibat putusan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid masih terus bergaung. Alih fungsi Hagia Sophia dari museum menjadi masjid memantik polemik di dunia internasional. Pro-kontra terjadi terlihat dari ekpresi masyarkat dunia, ada yang suka cita menyambut, ada yang kecewa, mengujat tidak sepakat, dan ada pula yang apatis, kira begini bahasanya ‘mau jadi masjid atau jadi geraja atau jadi tempat apakah, apakah, terserah, toh iman saya tidak akan berkurang dan bertambah, toh tidak bias bikin kenyang, dan toh tidak bias usir virus corona’ hahahah..

Khusus di tanah air, berbagai postingan di media social membanjiri beranda media social saya menyambut dengan suka cita Hagia Sophia beralih menjadi masjid, baik dengan cara respost tulisan yang menurutnya mewakili pikiran dan perasaanya, atau buat caption sendiri dan membuat semacam pandangan dalam merasionalisasikan putusan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid.

Iklan Pemerintah Kabupaten BONE

Sebagian negara yang mayoritas berpenduduk muslim mendukung keputusan otoritas Turki untuk mengubah fungsi Hagia Sophia menjadi masjid. Dilansir dari lama tirto.id, Sejumlah organisasi muslim, seperti Uni Magrib Arab (The Magrib Arab Union), organisasi Ikhwanul Muslimin, juga dengan bersemangat mendukung langkah rezim Presiden Erdogan itu. Pihak-pihak itu menyebut momen tersebut sebagai “langkah sejarah” atau “peristiwa bersejarah” dalam Islam. Di sisi lain, sebagaimana dilansir dari Reuters, kritik atas keputusan itu juga tak kalah banyaknya dari petinggi negara dan pemimpin agama dunia. Bahkan, Paus Fransiskus mengaku sangat sedih atas perubahan status Hagia Sophia. Polemik tersebut tidak terlepas dari sejarah panjang Hagia Sophia yang telah melewati masa lebih dari 1,5 milenium. 

Dalam bahasa Turki, Hagia Sophia disebut Ayasofya, dan di bahasa Latin: Sancta Sophia. Hagia Sophia juga pernah dikenal sebagai Gereja Kebijaksanaan Suci (Church of the Holy Wisdom) dan Gereja Kebijaksanaan Ilahi (Church of the Divine Wisdom).

Menurut ensiklopedia Britannica, bangunan Hagia Sophia pertama kali didirikan di atas pondasi atau tempat kuil pagan pada 325 Masehi, atas perintah Kaisar Konstantinus I. Putranya, Konstantius II, lalu menjadikan bangunan ini sebagai gereja Ortodoks pada 360 masehi. Hagia Sophia kemudian menjadi gereja tempat para penguasa dimahkotai dan menjadi katedral paling besar yang beroperasi sepanjang periode Kekaisaran Bizantium. Hagia Sophia sekaligus menjadi saksi sekaligus korban pusaran konflik di tengah pelbagai kejadian yang menerpa Kekaisaran Bizantium. Hagia Sophia juga pernah direparasi secara besar-besaran beberapa kali pada era ini.

Asumsi bahwa kedaulatan Turki sebagai suatu negara melakukan alih fungsi Hagia Sophia dari museum menjadi masjid sah-sah saja, karena beradaan Hagia Sophia memang berada di Turki, namun, ini bukan soal kedaulatan seuatu negara saja, jika dilihat akar historis ali fungsi Hagia Sophia disetiap kekuasaan  Selama 15 abad terakhir, Hagia Sophia menjadi saksi bisu sejarah berlangsungnya transisi rezim yang menguasai Konstantinopel (kini Istanbul), mulai dari pagan, Kekaisaran Byzantium penganut Katolik Ortodoks, Kesultanan Ottoman (Utsmaniyah) sampai era Turki modern. 

Secara garis besar, sejarah panjang Hagia Sophia dapat dipilah menjadi empat fase. Pada empat fase itu, alih fungsi Hagia Sophia terjadi bergantung pada siapa rezim yang berkuasa di Istanbul. Transis rezim di setiap zamannya mengikut sertakan Hagia Sophia berubah ali dari gereja ke masjid dan dari masjid ke gereja lalu dijadikan museum, ini memilik sejarah konflik yang panjang dan mengerikan, dara dan air mata yang selalu menjadi saksi sejarah peralihan Hagia Sophia. Manusia dan kemanusiaan menjadi korban dari sebuh perebutan symbol dan apa yang dimaknai sebagai sakralitas.

Hagia Sophia bukan sekedar bangunan bersejarah tapi merupakan symbol ‘sejarah yang hidup’ symbol memiliki nilai sakralitas dari dua keyakian, sementara itu, perkara keyakina merupakan perkara yang melapau batas kedaulatan suaru negara, maka tidak heran kebijakan Presiden Recep Tayyip Erdogan memicu pro-kontran, karena Hagia Sophia bukan sekedar banguna bersejarah, buakn juga soal kedaulatan negara tapi lebih dari itu, soal symbol dan skralitas, soal keyakian yang dimaknai dari dua pemeluk agama, yang dimana pada perkara itu melampau wilayah, batas toritorial suatu negara.

Sejarah makam Nabi Muhammad SAW yang Hendak Dibongkar

Saya teringat sejarah waktu makam Nabi Muhammad SAW hendak dibongkar dan dipindahkan oleh rezim Pada tahun 1924-1925, Arab Saudi dipimpin oleh Ibnu Saud, Raja Najed yang beraliran Wahabi. Aliran ini sangat dominan di tanah Haram, sehingga aliran lain tidak diberi ruang dan gerak untuk mengerjakan mazhabnya.

Pemerintah Arab Saudi berencana menghancurkan makam Nabi Muhammad. Pusara Rasulullah itu terletak di dalam masjid paling suci kedua setelah Masjid Al-Haram di Kota Makkah. Tujuannya untuk memperluas Masjid Nabawi? Tapi alasan perluasan masjid bukan hanya itu, tapi menyangkut pahaman Aliran Wahabi yang terkenal puritan, berupaya menjaga kemurnian agara dari musyrik dan bid’ah. Maka beberapa tempat bersejarah, seperti rumah Nabi Muhammad SAW dan sahabat, termasuk makam Nabi Muhammad pun hendak dibongkar.

Umat Islam Indonesia yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah merasa sangat perihatin kemudian mengirimkan utusan menemui Raja Ibnu Saud. Utusan inilah yang kemudian disebut dengan Komite Hijaz. Dilasir dari Merdeka.com Komite Hijaz ini merupakan sebuah kepanitiaan kecil yang dipimpin oleh KH Abdul Wahab Chasbullah. Setelah berdiri, Komite Hijaz menemui Raja Ibnu Suud di Hijaz (Saudi Arabia) untuk menyampaikan beberapa permohonan, diantaranya adalah meminta Hijaz memberikan kebebasan kepada umat Islam di Arab untuk melakukan ibadah sesuai dengan madzhab yang mereka anut dan mendesak pemerintah rezim saud untuk tidak membongkar dan memindahkan makam Nabi. SAW.

Dari kisah ini, ini mendakan bahwa Ini bukan soal kedaulatan, ada hal yang mesti dijaga dari beralihnya satus suatau ritus dan simbol keyakian, karena dibalik itu semua ada ekpresi atau emosi keagaaman yang tidak lagi mengenal batas wilaya suatu negara. 

agama, apa pun dan di mana pun, memiliki sifat dasar keberpihakan yang sarat dengan muatan emosi, dan subjek­ tivitas tinggi, sehingga hampir selalu melahirkan ikatan emo­ sional pada pemeluknya. Bahkan bagi pemeluk fanatiknya, agama merupakan “benda” suci yang sakral, angker, dan ke­ ramat.

Atau jangan-jangan ini merupakan upaya Presiden Recep Tayyip Erdoganuntuk memulihkan citranta, menggait simpati dari umat islam stelah kedekatannya dengan negara-negara penebar koflik. Ini patut menjadi kecurigaan dan di kaji lebih dalam. 

Dalam sejarah yang cukup popular di kalangan ummat islam, diceritrakan bahwa Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk meruntuhkan masjid tersebut. Kemudian Lokasi bangunan masjid Dhirar dijadikan tempat pembuangan sampah dan bangkai binatang. 

Masjid ad-Dhirar adalah sebuah masjid yang dibangun oleh penduduk Madinah yang didirikan tak jauh dari Masjid Quba. Masjid tersebut pada mulanya diakui oleh baginda Nabi Muhammad SAW saat dalam perjalanan untuk Perang Tabuk tetapi selepas kepulangan beliau, baginda mengarahkan masjid tersebut untuk dihancurkan. Peristiwa ini terjadi pada Oktober 630 Masehi Dalam riwayat umum kebanyakan ulama dan para sarjana, masjid ini dibangun oleh dua belas orang munafik yang tujuannya untuk memcah persartuan ummat.

Sehingga dapat diartikan bahwa masjid pada sebuah sejarah tidak dijadikan sebagai temopat ibadah dan pembangun peradaban tapi ada masjid yang didikan untuk memecah persatuan.

Bagi saya, biarkan Hagia Sophia tetap menadi museum yang bias dikunjungi oleh siapapun dan dari manpun, supaya para generasi kita bisa mengambil pelajaran bahwa konflik agama punya akar sejarah yang panjang dimana manusia dan kemanusiaanya selalu menjadi tumbal symbol-simbol.

Iklan PDAM
...

Sekolah di Makassar Dipastikan Belum Dibuka Selama Zona Merah Covid-19

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin, menegaskan tidak mengizinkan pembelajaran tatap muka di sekolah Ia mengatakan selama Kota Makassar masih dalam situasi...

NA Launching Mobile Combat PCR Covid-19

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melaunching penggunaan Mobile Combat PCR Covid-19, Rabu (12/8/2020). Launching digelar di Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Nurdin...

Tersangka Kasus OTT Disdik Sidrap Sebut 48 Orang Penerima Fee Proyek

SULSELSATU.com, SIDRAP - Hajar, adik ipar dari Ahmad yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Dinas Pendidikan Sidrap mengaku, bahwa ada 48 orang yang menerima...

VIDEO: Pesawat Berhasil Mendarat Perdana di Bandara Buntu Kunik Toraja

  SULSELSATU.com - Pesawat kalibrasi Hawker 900 XP berhasil mendarat sempurna di Bandara Buntu Kunik, Tana Toraja, Rabu (12/8/2020). Pesawat tersebut milik Direktorat Jenderal Perhubungan Udara...

VIDEO: Video Pelajar Diduga Mesum Beredar, Ini Klarifikasi Pihak Sekolah

SULSELSATU.com, PAREPARE - Video pelajar SMK yang diduga mesum di Kota Parepare beredar dan sempat viral. Video berdurasi duabelas detik ini direkam dalam kelas, di...

IKA FH UMI Siap Sinergi dengan Pemkot Kendalikan Covid-19

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menerima kunjungan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (IKA FH UMI), A. Bakti...

Pengusaha di Sidrap Bantah Tuduhan Tersangka Soal Aliran Dana Proyek Disdik

SULSELSATU.com, SIDRAP - Salah seorang pengusaha di Kabupaten Sidrap, H. Ahmadi Sima alias H. Madi membantah keras tudingan telah menerima aliran dana proyek Disdik...

Masyarakat Herlang Doakan Askar-Pipink Menang di Pilkada Bulukumba

SULSELSATU.com, BULUKUMBA - Bakal calon wakil bupati Bulukumba, Arum Spink melakukan sosialiasasi dan silaturahmi bersama masyarakat di beberapa tempat di Kecamatan Herlang, Selasa (11/8/2020)...
Dinas Pendidikan

GALERI FOTO: Produksi Bawang Merah Meningkat

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pekerja merapikan bawang merah yang telah dibersihkan di Jalan Barukang, Makassar, Kamis (2/8/2018). Kementerian Pertanian memprediksi total produksi bawang merah nasional pada...

Baca Juga

Serahkan Aset ke Pemkot, GMTD Dukung Pelebaran Jalan Metro Tanjung Bunga

SULSELSATU.com, MAKASSAR - PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) memberikan dukungan untuk pelebaran jalan Metro Tanjung Bunga oleh Pemerintah Kota Makassar. Dukungan tersebut...

Aset 2,7 T Diserahkan GMTD ke Pemkot Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) akhirnya menyerakan fasiltas umum (fasum) dan fasiltas sosial (fasos) kepada pemerintah Kota Makassar. Penyerahan ini ditandai...

VIDEO: Viral, Penampakan Awan Tsunami di Meulaboh Aceh Barat

SULSELSATU.com - Sebuah fenomena alam yang menunjukkan awan hitam panjang berbentuk gelombang laut tsunami di Aceh Barat viral di media sosial. Fenomena alam tersebut muncul...

Pemuda Muhammadiyah Sayangkan Prof Ambo Jadi Rektor Unismuh Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar menyayangkan keputusan Prof Ambo Asse sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang baru. Mengingat, Prof...

TERKINI

Lantik Kepala UPT TK hingga SMP, Rudy Minta Kerja Ikhlas

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin melakukan pengukuhan...

VIDEO: Viral, Remaja Ini Tendang dan Rusak Nisan Pemakaman

SULSELSATU.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi tak terpuji seorang remaja...

Bandara Buntu Kunik Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Toraja

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, mengaku sangat bersyukur atas...

AUHM Pastikan THM Tak Langgar Protokol Kesehatan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Aliansi Pekerja Hiburan Makassar menggelar aksi unjuk rasa...

Kukuhkan 8 Anggota Paskibraka, Ini Pesan Wawali

SULSELSATU.com, PAREPARE - Wakil Walikota Parepare, Pangerang Rahim mengukuhkan 8 anggota...

VIDEO: Presiden Jokowi Resmi Beri Penghargaan Fadli Zon dan Fahri Hamzah

  SULSELSATU.com - Presiden Joko Widodo resmi memberikan penghargaan bintang tanda jasa...

VIDEO: Polres Jeneponto Gelar Zikir Bersama, Doakan Pemilu 2019 Berlangsung Damai

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Ratusan masyarakat dari sejumlah elemen hadir dalam zikir dan tabligh akbar bersama di halaman Mapolres Jeneponto Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis (30/8/2018). Videographer:...