Logo Sulselsatu

Penggunaan Suket Bebas Covid Keluar-Masuk Makassar Berakhir Hari Ini

Asrul
Asrul

Selasa, 04 Agustus 2020 08:20

Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar, M Sabri. (ist)
Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar, M Sabri. (ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar tidak lagi mewajibkan masyarakat menggunakan surat keterangan (Suket) sebagai syarat masuk dan keluar Makassar mulai hari ini, Selasa (3/8/2020).

Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar, M Sabri mengaku telah meniadakan pemeriksaan suket bebas Covid-19 di Posko Gugus Tugas di perbatasan.

Kendati demikian, meski pemeriksaan suket ditiadakan, Pemkot Makassar memusatkan penegakan Perwali Nomor 36 di tempat keramaian pusat kota.

Baca Juga : Appi Peringatkan Lurah di Makassar: Jangan Lebih Sibuk di Warkop daripada Layani Warga

“Pelaksanaan tidak berubah, pos perbatasan tetap ada, pos patroli wilayah tetap ada. Bahkan ditambah tempat-tempat dalam kota yang menjadi tempat-tempat umum diperketat. Yang dikurangi hanya pemeriksaan tentang suket,” kata Sabri di Posko Induk Gugus Tuga Makassar, Senin (3/8/2020)

Sabri mengklaim alasan Pemkot Makassar tidak lagi memberlakukan pemeriksaan suket sebab masyarakat sudah patuh serta kemacetan panjang di perbatasan kota.

“Tadi malam macet 3 kilometer masuk kota Biringkanaya dan ternyata hampir semua masyarakat yang di luar kota membawa suket, sudah tahu, artinya kita longgarkan lagi. Tetapi ketentuan memakai masker masih berlaku,” kata dia.

Baca Juga : Ribuan Kafilah Hadir, Appi Sebut MTQ VIII KORPRI Nasional Gerakkan Ekonomi Makassar

Sabri menegaskan meskipun suket ditiadakan, protokol kesehatan tetap diperketat. Bahkan, bagi masyakat yang tidak memakai masker tidak dapat masuk ke kota Makassar.

Pihak kecamatan yang wilayahnya berada di daerah episentrum untuk lebih serius melakukan pengawasan.

“Ketika kita berpikir sudah aman, maka itu tidak aman. Tapi ketika berpikir bahwa sudah aman, maka itu sudah aman, karena kita melakukan pengawasan dan kewaspadaan,” kata Sabri.

Baca Juga : MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dibuka di Makassar, Hotel, Pasar hingga Kuliner Ikut Bergeliat

Sabri menyoroti 6 kecamatan yang menjadi daerah episentrum di Kota Makassar. Ia meminta ada intervensi khusus, yakni Kecamatan Bontoala, Wajo, Makassar, Mamajang, Manggala dan Panakukkang.

Penulis: Resti Setiawati

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video22 September 2026 21:42
VIDEO: Utang BLBI Rp218,3 Triliun Lunas
SULSELSATU.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pemerintah telah melunasi seluruh utang obligasi BLBI kepada Bank Indonesia...
Olahraga22 September 2026 19:41
Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium, Resky YH Kunci Juara Nasional IJTC U-15
Astra Motor Racing Team (ART) mengoleksi sembilan podium pada Mandalika Racing Series (MRS) ronde keempat yang berlangsung pada 19 dan 20 September 20...
News22 September 2026 15:57
HUT ke-21, LPS Pemeriksaan Kesehatan Gratis di 5 Daerah Sulsel
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menutup rangkaian road show pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah dalam rangka memperingati HUT ke-21 di Kota P...
Makassar22 September 2026 14:19
Baruga Market Bukit Baruga Kembali Jadi Ruang Kolaborasi UMKM Bersama Warga
Kawasan Bukit Baruga kembali menggelar Baruga Market sebagai ruang kolaborasi sekaligus wadah pengembangan usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan M...