Kontroversi Masjid 99 Kubah, Nurdin: Hanya di Makassar Ada Undangan Salat Jumat

Pekerja menyelesaikan pemasangan atap Masjid 99 Kubah di Kawasan CPI, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Senin (11/2/2019). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) menegaskan akan melanjutkan pembangunan Masjid 99 Kubah di CPI.

Nurdin mengaku sudah menjadi wajib hukumnya bagi pemerintahannya untuk melanjutkan pembangunan rumah ibadah itu sampai tuntas dan nyaman digunakan umat Islam.

“Berdosa saya jika tidak melanjutkan pembangunan masjid (99 kubah),” tegas Nurdin Abdullah pada acara Penandatanganan MoU antara Dinas PTSP dan Unhas, Selasa (11/08/2020).

Nurdin menjelaskan aktivitas salat Jumat yang dilakukan oleh tim Kaukus di masjid 99 Kubah itu mengundang banyak kontroversi, pasalnya dalam aktivitas salat Jumat yang diselenggarakan tersebut memakai undangan.

“Hanya di Makassar ada undangan salat Jumat,” jelasnya.

Kata Nurdin, uji material terhadap Masjid 99 Kuba sudah dilakukan. Berdasarkan hasil uji material itu, banyak yang akan diubah. Padahal tambah Nurdin masjid tersebut direncanakan untuk menjadi warisan bersejarah bagi masyarakat di Sulsel khususnya di Makassar.

“Ada pakai alkopan. Kalau pakai alkopan kan hanya bertahan dua sampai tiga tahun. Kita mau masjid ini melegenda,” tegasnya.

“Ini legacy (warisan) kita,” tambahnya

Penulis: Jahir Majid

Editor: Asrul