Logo Sulselsatu

Setelah Komcad, Kemenhan Berencana Susupi SKS Mahasiswa dengan Pendidikan Militer

Asrul
Asrul

Minggu, 16 Agustus 2020 18:30

ilustrasi. (int)
ilustrasi. (int)

JAKARTAKementerian Pertahanan (Kemenhan) berencana menerapkan pelatihan militer melalui Program Bela Negara kepada mahasiswa.

Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, untuk merealisasikan program ini, Kemenhan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Trenggono menyatakan lewat program tersebut pihaknya ingin anak muda Indonesia tak hanya kreatif dan inovatif, namun cinta terhadap bangsa dan negara.

Baca Juga : VIDEO: Macet Parah, Warga di Makassar Beramai-ramai Terobos Kerumunan Mahasiswa

“Nanti, dalam satu semester mereka bisa ikut pendidikan militer, nilainya dimasukkan ke dalam SKS yang diambil. Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan,” kata Trenggono, Minggu (16/8/2020).

Trenggono mengatakan, Program Bela Negara akan terus dilakukan oleh Kementerian Pertahanan. Program tersebut bertujuan menyadarkan masyarakat, khususnya anak muda untuk bangga sebagai orang Indonesia.

Ia lantas menyinggung Korea Selatan yang mampu mengguncang dunia melalui budaya K-Pop. Menurutnya, dilihat dari sudut pertahanan, langkah itu cara Korsel lewat industri kreatif mempengaruhi dunia.

Baca Juga : VIDEO: Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Makassar

“Indonesia harusnya bisa seperti itu karena kita punya seni dan budaya yang banyak,” ujarnya.

Di sisi lain, Trenggono juga menyatakan para milenial bisa menunjukkan kecintaan terhadap negara dengan bergabung dalam Komponen Cadangan (Komcad).

Program Komcad, kata Trenggono, sudah sesuai dengan amanat Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara.

Baca Juga : BEM Poltekkes Kemenkes Makassar Gelar Bakti Sosial di Maros

Trenggono memastikan Komcad bukan program wajib militer yang harus dilakukan oleh seluruh warga negara. Menurutnya, Komcad merupakan upaya negara untuk memfasilitasi pelatihan kepada masyarakat yang ingin membela negara jika terjadi perang.

“Difasilitasi dengan memberikan pelatihan selama beberapa bulan. Usai latihan dikembalikan ke masyarakat. Jika negara dalam keadaan perang, mereka siap bertempur,” katanya.

Trenggono menyatakan Indonesia akan memasuki era bonus demografi mulai tahun 2025 sampai 2030. Bonus demografi itu ditandai dengan dominannya penduduk usia produktif.

Baca Juga : VIDEO: Gara-gara Skripsi, Mahasiswa Ini Mau Bunuh Diri Loncat dari Jembatan

Menurutnya, generasi milenial yang akan mengisi bonus demografi tersebut sehingga perlu disiapkan untuk menggerakkan perekonomian bangsa di masa depan.

“Kepada para milenial, selalu belajar dan berkompetisi. Jangan kalah dengan milenial di luar negeri. Buat inovasi dan lain sebagainya yang bisa membawa harum nama bangsa dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Editor: Hendra Wijaya

Baca Juga : VIDEO: Mahasiswi Magang Asal Luwu Timur Nyaris Diperkosa Kapten Kapal di Konawe

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News03 Mei 2026 15:45
MDA Gandeng Anak Muda Kembangkan SDM Berkualitas Generasi Emas Matappa
PT Masmindo Dwi Area (MDA) menggandeng kalangan pemuda, mahasiswa, dan akademisi melalui forum bertajuk Sinergi Strategis: Membangun Generasi Emas Mat...
Video02 Mei 2026 22:33
VIDEO: Aksi Demo di Flyover Makassar, Tolak Komersialisasi Pendidikan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, turun ke jalan memperingati Hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 2...
Sulsel02 Mei 2026 22:29
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menunjukkan komitmen dan perhatian serius Pemerintah Kota Parepare terhadap para p...
Nasional02 Mei 2026 19:50
OJK Tekankan Peran Human Firewall Hadapi Ancaman Siber di Sektor Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...