SULSELSATU.com, MAKASSAR – Masyarakat keluhkan mengenai fasilitas milik Pemerintah Kota Makassar yang tidak berfungsi secara optimal.
Salah satunya, kamera pengintai-CCTV yang telah terpasang di sekitar Anjungan Pantai Losari.
Hal tersebut dirasakan keluarga korban tabrak lari di Jalan Dato Museng. Kualitas kamera pengintai (CCTV) yang terpasang dianggap rendah dan lebih baik dengan milik rumah makan.
Baca Juga : Appi Peringatkan Lurah di Makassar: Jangan Lebih Sibuk di Warkop daripada Layani Warga
Menanggapi itu, Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menyoroti fasilitas milik pemerintah yang banyak dikeluhankan masyarakat.
Rudy mengatakan, permasalahan tersebut tidak jauh berbeda dengan yang dialami masyarakat lainnya. Dimana program pengadaan belum tersentuh manfaatnya.
Dia berjanji keluhan yang masuk akan ditampung untuk dicarikan solusi. Kemudian menjadi rancangan program kerja ke depan.
Baca Juga : Ribuan Kafilah Hadir, Appi Sebut MTQ VIII KORPRI Nasional Gerakkan Ekonomi Makassar
“Kita sudah tekankan program pengadaan dibuat untuk bisa dinikmati masyarakat. Jangan yang sifatnya hanya cantik-cantikan. Baru dipasang sudah tidak berfungsi. Itu yang sementara kita galakkan untuk disusun menjadi program ke depan,” ujarnya.
Keluhan sebelumnya disampaikan Ade Yudha. Dia mengatakan, telah mengecek rekaman kamera CCTV saat kejadian.
Ditunjukkan oleh operator warroom Balaikota di Jl Ahmad Yani, Makassar, kemarin. Ada beberapa bagian dalam rekaman yang tidak jelas menunjukkan aksi tabrakan.
Baca Juga : MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dibuka di Makassar, Hotel, Pasar hingga Kuliner Ikut Bergeliat
Dia mengaku, ada 3 kamera yang terpasang dan mengarah tepat di pertigaan jalan dato museng-penghibur berdasarkan pantauannya.
Hanya satu yang merekam saat kejadian. Hal ini berarti, 2 CCTV lainnya tidak berfungsi dan terkesan hanya pajangan.
Kondisi yang sama juga terjadi di titik pertigaan Jalan Ujung Pandang dan Pattimura. Kamera juga tidak melakukan perekaman. Diyakini kendaraan pelaku sempat melintas di daerah ini.
Baca Juga : OPDIS SD Islam Athirah Makassar Audiensi Bersama Wali Kota, Dorong Pilah Sampah di Sekolah
“Saya lihat ada 3 CCTV milik pemerintah yang terpasang di pertigaan. Hanya 1 yang merekam katanya operator. Itu juga kualitasnya jelek. Kalau diperbesar itu pecahki,” keluh Ade saat ditemui, Selasa (18/8/2020).
Disisi lain, Ade mengaku di kawasan itu banyak toko dan rumah makan yang memiliki CCTV dan mengarah langsung ke jalan. Kualitasnya disebut jauh lebih baik dibanding milik Pemerintah.
“Ada banyak kamera milik toko dan rumah makan di sekitar lokaso kecelakaan, kualitasnya jauh berbeda. Jelas sekali kendaraan yang melintas,” tambahnya.
Baca Juga : Bank Sampah hingga RT/RW Disiapkan, Pemkot Makassar Perkuat Gerakan Pilah Sampah
Penulis: Resti Setiawati
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar