SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mengklaim kasus positif Covid-19 telah melandai. Hal tersebut menjadi sorotan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin mengatakan bahwa pernyataan itu patut dipertanyakan. Terlebih, ia menilai saat ini kasus yang melandai lantaran pemeriksaan Swab yang juga ikut menurun.
“Nyatanya pemeriksaan Swab yang menurun padahal PCR kita sudah banyak,” tegasnya, beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Puluhan Tahun PSU Belum Diserahkan, Pemkot Makassar Ultimatum Pihak PT GMTD
Pria yang akrab disapa Dokter Koboi ini menilai Pemkot hanya menabur pencitraan. Sebab, pernyataannya tidak dibarengi dengan adanya data yang ril.
“Pencitraan paling top dan mulia adalah keberhasilan menurunkan Covid-19 tanpa rekayasa data,” sambungnya.
Menurutnya, Pemkot sejatinya terus menggenjot pemeriksaan Swab. Penerapan 3T, yakni Testing (Pemeriksaan), Tracing (Pelacakan), dan Treatment (Perawatan) perlu dilakukan secara massif.
Baca Juga : Jembatan Kembar Barombong Disiapkan, Pemkot Makassar Rampungkan Urusan Lahan
“Perlu testing, tracing, dan treatment,” kata Alumnus Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini.
Sebelumnya, di beberapa kesempatan, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyebut bahwa tren penurunan kasus telah terjadi. Pihaknya pun bersyukur dan terus memaksimalkan kinerja.
“Di satu sisi kita bersyukur, jadi kelihatan pola daripada pandemi Covid-19 ini sudah mendekati puncak. Terbukti dalam satu minggu terakhir tidak ada lagi yang positif di atas angka 100,” katanya.
Baca Juga : Komitmen Taat Bayar Pajak, Claro Makassar Raih Penghargaan Tax Award 2025
Penulis: Resti Setiawati
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar