Logo Sulselsatu

Ini Upaya Danny-Fatma Cegah Banjir di Makassar

Asrul
Asrul

Sabtu, 19 September 2020 20:10

Danny-Fatma. (ist)
Danny-Fatma. (ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pembangunan infrastruktur tetap menjadi program strategis M Ramdhan Pomanto bila diamanahkan kembali memimpin Kota Makassar. Bersama Fatmawati Rusdi, Danny sudah merancang pembangunan kawasan “waterfront city” dengan berbasis mitigasi dan adaptasi lingkungan.

Program tersebut merupakan salah satu visi pasangan ADAMA’ (akronim Danny-Fatma) menuju restorasi ruang kota yang inklusif menuju kota nyaman kelas dunia yang sombere dan smart city untuk semua.

Waterfront city adalah konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai, ataupun danau. Secara harfiah dalam Bahasa Indonesia waterfront city berarti daerah tepi laut, bagian kota yang berbatasan dengan air. Konsep ini sekaligus untuk mencegah bencana banjir.

Baca Juga : Danny Pomanto Bakal Siapkan Kejutan Pada Perayaan HUT Kota Makassar ke-416 Tahun

“Itu adalah langkah konkret dan strategis dan sangat visioner dalam rangka mitigasi bencana banjir di Makassar, sangat dibutuhkan. Ada beberapa sungai yang bermuara di Makassar, jadi memang Makassar daratan yang agak rendah, sehingga dibutuhkan mitigasi siklus air. Solusinya itu adalah membangun waterfront city,” beber Wakil Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan, Natsar Desi.

Natsar merupakan salah satu tim pakar visi misi internal Partai Gerindra yang berfokus pada lingkungan. Dia pun memuji Danny-Fatma yang paham betul kebutuhan pembangunan di Makassar. Terkhusus lagi pada konsep waterfront city.

“Waterfront city itu adalah konsep pengembangan daerah tepian air. Makassar sangat cocok. Makassar harus bisa mengelola air yang masuk atau turun. Termasuk air hujan atau limpahan dari sungai. Ini mesti dilakukan karena setiap musim hujan, Makassar menjadi kota langganan banjir,” beber Natsar.

Baca Juga : Walikota Tunjuk Pejabat Sementara Direksi Perusda, Dewan: Wujudkan Mimpi Danny-Fatma

Mewujudkan waterfront city, lanjut Natsar, lintas sektor atau pemangku kepentingan di pemerintahan mesti bahu-membahu. Mulai tata kota, pertanahan, kelautan, dan lainnya.

“Karena banyaknya saling keterkaitan, pemimpinnya mesti paham betul ide waterfront city. Sehingga memang membutuhkan strong leader dalam mengkoordinasi seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan untuk mewujudkan program waterfront city ini. Pemimpin seperti ini yang kita butuhkan. Yang mampu memberi solusi,” pungkas Natsar.

Sekadar diketahui, saat ini pemerintah pusat sedang mengerjakan empat proyek waterfront city, yaitu di Bengkulu, Semarang, Tegal dan Pontianak. Lalu ada pula proyek waterfront city pertama di Indonesia yang sudah rampung, yaitu waterfront city Labuan Bajo yang berstandar internasional.

Baca Juga : Kunjungan ke Sulsel, Jokowi Pakai Jaket Oranye Ala Adama, Plt Gubernur Berbatik Lontara

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel04 Mei 2026 13:20
90 Guru dan Pelajar Berprestasi Terima Penghargaan di Hardiknas Sidrap
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) berlangsung dengan nu...
Bisnis04 Mei 2026 13:15
Percepat Transformasi Digital, Kinerja Indosat Kuartal I 2026 Tumbuh Dua Digit
Indosat Ooredoo Hutchison mencatat kinerja keuangan yang kuat pada kuartal pertama 2026 dengan pertumbuhan dua digit pada sejumlah indikator utama....
Berita Utama04 Mei 2026 13:14
34 Ribu Anak di Makassar Tercatat Tidak Sekolah
‎SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemen Dikdasmen) mencatat sebanyak 34.371 anak di Kota Makassar tidak b...
News04 Mei 2026 13:02
PLN Terima KKPR PLTA Pokko, Perkuat Kepastian Hukum Proyek Energi Hijau di Sulawesi
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi resmi menerima dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk proyek Pembangkit Lis...