SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Anton Paul Goni melakukan reses ke tiga dan ke empat di daerah pemilihan (Dapil) V yakni Kecamatan Mamajang Mariso dan Tamalate, Sabtu (3/10/2020).
Sejumlah aspirasi warga disampaikan, salah satunya persoalan distribusi bantuan dimasa pandemi yang diskriminasi.
Menurut legislator PDI-P itu, pembagian bantuan dan sembako yang tidak merata masih terjadi selama kurang dari 9 bulan masa pandemi Covid-19. Padahal reses sebelumnya pemerintah kota Makassar telah mendapat semprit dari para anggota dewan karena masih banyak warga kurang mampu yang tidak tersentuh bantuan.
Baca Juga : Erick Horas Apresiasi Pelaksanaan Pilket RT/RW yang Dinilai Demokratis
“Aspirasi reses sebelumnya tidak dijadikan evaluasi dari pemerintah untuk memperbaiki diri agar bantuan merata,” kata Anton di Jalan Baji Ati lorong 1 Kecamtan Mamajang Kelurahan Mappakasunggu, tempat kegiatan reses ke 4 anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintah itu di gelar.
Justru lanjut Anton, bantuan langsung tunai dan sembako yang tidak tepat sasaran, yang menikmati adalah orang-orang yang mampu dan tidak terdampak pandemi, yang kehilangan pekerjaan karena di PHK tidak tersentuh bantuan.
Selain itu, belum ada solusi konkret dari Pemkot di masa pemulihan ekonomi akibat Covid-19.
Baca Juga : Sosper Perda Pajak Makassar, Andi Tenri Uji Minta Warga Lebih Disiplin Bayar Pajak
“Aspirasi warga ini tentu akan kami teruskan ke Pemkot. Sebab sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan dan hak warga,” terangnya.
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar