Logo Sulselsatu

Ketua Epidemiologi Prediksi Makassar Kembali Zona Merah

Asrul
Asrul

Selasa, 13 Oktober 2020 10:20

Ketua Epidemiologi Satgas Covid-19 Kota Makassar, Ansariadi. Ist
Ketua Epidemiologi Satgas Covid-19 Kota Makassar, Ansariadi. Ist

 

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Epidemiologi Satgas Covid-19 Kota Makassar, Ansariadi memprediksi Makassar berpotensi kembali ke zona merah.

Setelah sebelumnya, dirinya mengklaim saat ini Makassar berada di zona orange. Bahkan, angkat reproduksi kasus (Rt) berada di angka 0,83.

Baca Juga : Appi Peringatkan Lurah di Makassar: Jangan Lebih Sibuk di Warkop daripada Layani Warga

“Jadi yang harus kita perhatikan, walaupun Makassar sudah zona orange. Tapi melihat situasi saat ini, kita perlu hati-hati karena tidak menutup kemungkinan 1-2 Minggu ke depan kita kembali ke zona merah,” kata Ansaridi di Posko Covid-19, Senin (12/10/2020)

Oleh karena itu, Menurut Ansariadi pemerintah kota harus tetap berfokus pada kecamatan episentrum Covid-19. Selain itu, pada karyawan swasta perkantoran.

Berdasarkan data distribusi kasus berdasarkan pekerjaan, Ansariadi mengatakan selama 2 bulan terakhir karyawan swasta memuncaki klasemen.

Baca Juga : Ribuan Kafilah Hadir, Appi Sebut MTQ VIII KORPRI Nasional Gerakkan Ekonomi Makassar

Data bulan Agustus, 210 yang terpapar Covid-19 dari karyawan swasta, sementara urutan kedua adalah tenaga kesehatan 136 kasus. Menyusul ibu rumah tangga (IRT) 131 kasus.

Sementara data bulan September mengalami pergeseran peningkatan kendati karyawan swasta masih tertinggi sebanyak 137 kasus. Namun, IRT naik ke posisi 2 dengan kasus 118. Sementara tenaga kesehatan turun di peringkat 7 dengan 61 kasus.

“Selama 2 bulan, karyawan swasta tetap urutan 1, bulan lalu nakes juara 2, sekarang pindah ke belakang, artinya bisa dikurangi penularan pada nakes. Turun sampe sepertiganya. Ini hal yang bagus,” ungkapnya.

Baca Juga : MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dibuka di Makassar, Hotel, Pasar hingga Kuliner Ikut Bergeliat

Ansariadi pun menilai angka kasus yang tinggi pada perkantoran perlu mendapatkan perhatian lebih. Lantaran, hal itu bisa memicu terjadinya klaster keluarga.

“Pada dasarnya kan, ini yang bawa pulang ke rumah. Bapaknya mungkin bekerja di perkantoran, balik dari rumah istrinya juga terkena. Itu sebabnya cukup banyak kasusnya,” pungkasnya.

Penulis: Resti Setiawati

Baca Juga : OPDIS SD Islam Athirah Makassar Audiensi Bersama Wali Kota, Dorong Pilah Sampah di Sekolah

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi26 September 2026 20:05
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah, Panji Bangsa Dorong Kemandirian Ekonomi
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Organisasi Kepemudaan Pasukan Jihad Kebangkitan Bangsa (Panji Bangsa) menggelar Diskusi Publik bertajuk ‘Prabowonom...
Nasional26 September 2026 17:41
Sulsel Raih TPID Award dan TP2DD Championship 2026
Sinergi pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah mengantarkan Sulawesi Selatan meraih sejumlah penghargaan dalam TPID Award 2026 dan Ch...
News26 September 2026 16:52
PT Vale Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, memulai pembangunan Fire Shelter permanen pertama di Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali....
Ekonomi25 September 2026 23:21
PINTU Perkenalkan VIP Private dan Perluas Akses Aset Tokenisasi
PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperkenalkan layanan Pintu VIP Private sekaligus memperluas akses investor Indonesia terhadap aset dunia nyata yang dit...