Logo Sulselsatu

Kesejahteraan Tak Diperhatikan, Guru Mengaji Curhat ke Appi

Asrul
Asrul

Minggu, 18 Oktober 2020 12:25

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dania, perempuan yang sehari-hari meluangkan waktunya untuk mengajar nggaji atau baca Al-Quran di Jl Abdesir, Kecamatan Panakukang, memberanikan diri bersuara atas nasibnya kini.

Pada kesempatan kampanye dialogis yang dihadiri calon Wali kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Kelurahan Tamamaung, Panakukang, Sabtu (17/10/2020), Dania menyampaikan keluh kesah dan harapannya.

Baginya saat ini sepengamatannya banyak dari teman sejawatnya yang dulunya menjadi guru mengaji pada akhirnya berhenti dan mencari pekerjaan lain.

Baca Juga : Ketua Tim Appi-Rahman Soroti Politik Anggaran Pemkot Makassar

Ini dikarenakan menurutnya kesejahteraan untuk guru-guru mengaji masih dinomor duakan oleh Pemerintah.

“Semakin tahun terpangkas jumlah guru mengaji, Pak minta tolong angkat kesejahteraan kami,” harapnya kepada Appi sapaan Munafri.

Tak hanya itu, ia menyayangkan Pemerintah kota Makassar tak lagi menggelar lomba MTQ dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga : Dukungan Makin Massif, Giliran Komunitas Warga Soppeng Tegas Pilih Appi-Rahman

Sementara menurut Dania, kegiatan lomba MTQ ini menjadi salah satu ajang yang memotivasi anak-anak untuk terus berprestasi utamanya dalam bacaan Al-Quran.

“Iya sayang sekali itu Pak, sebenarnya tak masalah berapa jumlah hadiahnya. Kalau saya berharap sekali lomba MTQ ini bisa kembali dihadirkan,” tutupnya.

Appi pada momen itu langsung menjawab keluhan dan harapan dari salah satu guru mengaji ini.

Baca Juga : Makin Massif, Pengalihan Pilihan ke Appi-Rahman, Pengamat: Warga Memilih yang Tepat untuk Dipilih

Cawali nomor urut dua itu menyebut bahwa dalam programnya utamanya pada pilar kesejahteraan sudah dijabarkan beberapa poin yang harus disegerakan jika nantinya terpilih.

“Salah satu poinnya adalah akan ada insentif untuk guru mengaji, pengurus jenazah, guru sekolah minggu dan semua pendidik agama,” tegasnya.

“Mengapa hal itu perlu disegerakan sebab melihat situasi dimana banyak guru-guru mengaji, ustaz dan iman-iman mesjid misalnya masih jauh dari kata sejahtera. Bagaimana anak-anak kita mau belajar mengaji dengan baik, kalau ustadznya masih lapar, masih berpikir hari ini makan apa, besok makan apa. Makanya harus kita perhatikan,” sambungnya.

Baca Juga : Appi-Rahman Unggul di Debat Kedua Pilwali Makassar, Ekonom Senior Hingga Sosiolog Sebut Programnya Solutif

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis09 September 2026 22:49
Penjualan Kendaraan Hybrid Kalla Toyota Naik 137 Persen
Kalla Toyota mencatatkan pertumbuhan penjualan positif sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Salah satu penopang utamanya adalah penjualan kendaraan ...
News09 September 2026 20:15
KKPR Tiga Proyek Terbit, PLN UIP Sulawesi Lanjutkan Pembebasan Lahan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mencatat kemajuan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan setelah Kesesuaian Kegiatan...
Video09 September 2026 19:53
VIDEO: Sengketa Lahan 33 Hektare di Makassar Kembali Memanas
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sengketa lahan seluas 33 hektare di kawasan Jalan Ujung Bori, Manggala, Makassar, Rabu (9/9/2026). Dua kelompok warga ter...
Metropolitan09 September 2026 18:16
Warga Antre Berjam-jam di SPBU, Polda Sulsel Selidiki Dugaan Mafia BBM
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga membuat warga harus menun...