Jadi Keynote Speaker, Wagub Sulsel Sharing Sinergitas dalam Pemerintahan

images-ads-post

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, tampil sebagai keynote speaker dalam kegiatan yang dilaksanakan The International Republican Institute. Seminar yang dilaksanakan secara virtual ini dihadiri ratusan peserta.

Andi Sudirman menyampaikan, kegiatan ini guna mendapatkan inspirasi dari para pemimpin yang telah memberikan dedikasi yang besar, sebuah kreatifitas yang besar, sebuah terobosan yang besar di tengah kondisi pandemi saat ini.

“Sulawesi Selatan merupakan barometer pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur. Salah satunya ketahanan pangan,” kata Andi Sudirman, Rabu (21/10/2020).

Hal itu dibuktikan, bagaimana Sulsel dapat menyuplai beras ke 27 dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. “Kita terus menggenjot ketahanan pangan menjadi penopang untuk seluruh wilayah di Indonesia, bahkan mengekspor ke luar negeri,” ujarnya.

Ia menyadari, kondisi di tengah pandemi saat ini sangat luar biasa berdampak bagi seluruh sektor kehidupan manusia. Akan tetapi, hal itu tidak membuat Pemprov Sulsel diam. Justru dengan kondisi itu, Sulsel menghadirkan inovasi.

“Dengan keyakinan inovasi yang dimiliki, Sulsel terus melaksanakan inovasi tersebut,” imbuhnya.

Salah satunya, pencegahan penyebaran melalui masker. Menurut Andi Sudirman, gerakan sadar masker yang ia gaungkan dari awal masuknya penularan di Sulsel sangat masif dapat mencegah penularan.

“Kemudian, bagaimana saat itu hilir membaik, sehingga kita kemudian intervensi anggaran ke hulu. Seperti belanja fisik infrastuktur rumah sakit, alat kesehatan, dan sebagainya sudah berjalan di hilir, sehingga pengimbangan di hulu dilakukan juga untuk pencegahan,” sambungnya.

Wagub menyadari, semua itu sebagai motivasi atas inovasi pemerintah. Bagaimana pemerintah hadir untuk melayani dan memberi inovasi pelayanan kepada masyarakat. “Semua itu harus dilandasi oleh keberanian, bagaimana keberanian membuat sebuah terobosan,” tambahnya.

Terakhir, Wakil Gubernur yang dikenal sebagai Tokoh Muda Sulsel ini menyampaikan, kepemimpinan yang terbaik adalah kepemimpinan yang meneladani Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

“Dengan itu, Allah akan menuntun kita  untuk melihat solusi yang aktif, kreatif, inovatif, efisien, efektif dan sesuai untuk seluruh lapisan masyarakat, rahmatan lil alamin. Itulah kunci keberhasilan seorang pemimpin,” jelasnya.

“Semua pemimpin terbaik tidak bisa berjalan sendiri tapi harus usaha, kompak, bukan one man show serta berani mengambil keputusan setelah melalui kajian matang,” bebernya.

Sebuah inovasi telah diluncurkan seperti Duta Wisata Covid. Program ini awalnya mendapat penolakan serta sorotan, tapi akhirnya menjadi percontohan. Program ini memisahkan orang sakit (ODP, OTG Covid) dengan masyarakat melalui karantina di hotel. (*)

Penulis: JAHIR MAJID

Editor: ANDI