Logo Sulselsatu

Kasi Pidum Kejari Parepare Jelaskan Faktor TPPO Terjadi

Yulhaidir Ibrahim
Yulhaidir Ibrahim

Senin, 26 Oktober 2020 13:39

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PAREPARE – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A DALDUK KB) Provinsi Sulsel menggelar workshop pengembangan model layanan integratif perlindungan perempuan termaksuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dilaksanakan di Gedung Balai Ainun Habibie, Senin, (26/10/2020).

Wakil Wali Kota Parepare, H Pangerang Rahim, membuka workshop itu, dihadiri Kepala Seksi DP3A DALDUK KB Provinsi Sulsel, Rahayu, Kasi Pidum Kejari, Mustarso, dan Camat serta Lurah.

Sebagai pemateri workshop, Kasi Pidum Kejari Parepare, Mustarso mengatakan, banyak faktor yang mendorong TPPO terjadi. Seperti segi ekonomi, kurangnya peran orangtua dalam memberikan pengetahuan agama, pendidikan yang tidak selesai dan pengaruh pergaulan dan lingkungan.

“Karenanya, butuh kesadaran dan keterlibatan stakeholder dalam melakukan pencegahan maupun perlindungan, khususnya terhadap anak dan perempuan.

Menurut Mustarso, Pelaku TPPO biasanya modus dengan mengirim seseorang yang telah sukses saat kembali merantau, agar lebih meyakinkan korbannya. Apalagi Kota Parepare merupakan daerah transit yang rentang dimasuki orang luar.

“Bercermin dengan perkara di Kejari Parepare, rata-rata yang ditangani kasus dibawah umur, lantaran pendidikan rendah. Tahun ini terakhir kita tangani kasus anak usia 13 tahun, dengan kondisi hamil,” katanya.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar melakukan pengaduan di web resmi Kejari Parepare jika ditemukan adanya indikasi perdagangan orang,” tambahnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Parepare, H Pangerang Rahim mengatakan, upaya preventif harus terus diupayakan, agar kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang dapat dicegah sejak dini dan korban mendapatkan layanan pertolongan yang dibutuhkan sesegera mungkin.

“Perempuan yang unggul tanpa kekerasan merupakan modal awal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita harap peserta yang mengikuti workshop dapat menjadi mercusuar atas perlindungan perempuan dan perdagangan orang.

Penulis : Andi Fardi

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...
Hukum19 September 2026 12:32
Truk Langgar Jam Operasional di Gowa, Pemotor Jadi Korban hingga Kaki Hancur
SULSELSATU.com, GOWA – Malang betul nasib Murniati. Perempuan berusia 45 tahun itu jadi korban kecelakaan dengan truk di Jalan HM Yasin Limpo, R...
News19 September 2026 10:08
Program NSE CBP Rupiah dan Green PUR BI Sulsel Raih Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) meraih dua penghargaan pada ajang International Association of Business Communi...
News19 September 2026 09:32
Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar
Komisi V DPR RI meninjau aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan di Pelabuhan Makassar dalam rangkaian Kunjungan Kerja Spesifik di Makassa...