Logo Sulselsatu

Beredar Percakapan ASN Keberatan Dimanfaatkan untuk Fitnah Danny Pomanto

Yulhaidir Ibrahim
Yulhaidir Ibrahim

Kamis, 19 November 2020 14:11

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada dalam video memfitnah Moh Ramdhan Pomanto terlibat penipuan dalam proyek perumahan Korpri tahun 2016, sebagian mengajukan keberatan.

Mereka merasa dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan penggiringan opini. Sengaja memfitnah calon Wali Kota Makassar nomor urut satu itu menerima uang muka Rp5 juta dari sejumlah ASN Pemkot Makassar untuk pengadaan rumah murah bagi ASN/Korpri di Bonto Matene, Kec. Mandai, Kabupaten Maros, pada 2016 silam.

Protes ASN yang merasa dimanfaatkan untuk memfitnah Danny itu beredar dalam bentuk screenshoot percakapan WhatsApp. Dalam percakapan yang ramai beredar di media sosial itu, salah seorang diantara mereka mempertanyakan konten video tersebut yang dianggap mengandung black campaign.

“Kenp begtu pak videox lari kekampanye takut ku ji pak astaga…,” tanya salah seorang di antara mereka dalam grup WhatsApp itu yang diduga salah satu ASN.

Ia pun meminta klarifikasi. Memohon kepada ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kota Makassar untuk meluruskan fitnah tersebut.

“Adami yg salah gunakan nanti kasian.

Tolong diklarifikasi kasian.

Tolong pak ketua,” pintanya.

Sebelumnya diberitakan jika kuasa hukum Danny, Beni Iskandar telah melaporkan pelaku penyebar fitnah yang menyebut Danny penipu dalam proyek perumahan Korpri tersebut ke Satuan Reskrim Polrestabes Makassar. Dalam laporan itu, turut dilampirkan sejumlah bukti-bukti berupa rekaman video, termasuk percakapan di grup WhatsApp yang beredar tersebut.

Laporannya ditujukan kepada pihak yang telah mendistribusikan berita bohong dan fitnah yang mencemarkan nama baik calon terkuat di Pilwalkot Makassar 2020 itu. Berkenaan dengan Pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 310 ayat KUHP tentang penghinaan.

Sekretaris Korpri Kota Makassar, Hasanuddin sendiri telah menegaskan bahwa pembangunan perumahan bersubsidi itu tidak ada kaitannya dengan Danny Pomanto.

“Sebenarnya itu adalah murni program Korpri dan difasilitasi oleh Pemkot Makassar. Tidak ada hubungannya dengan Danny Pomanto. Itu bukan ranahnya, apalagi sampai turun untuk menyentuh uang muka Rp5 juta hingga Rp20 juta dari program tersebut,” demikian Hasanuddin kepada awak media, Senin (16/11/2020). (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi03 November 2026 16:49
OJK Minta Industri Syariah Lebih Peka Kebutuhan Konsumen
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri keuangan syariah mengembangkan produk dan layanan yang lebih berorientasi pada kebutuhan konsumen....
Entertainment03 November 2026 16:26
Jaga Kenyamanan Penonton, Spektamagis Vol. 3 Selektif Pilih Sponsor
Manajemen Spektamagis Vol. 3 membatasi jumlah sponsor yang terlibat dalam penyelenggaraan festival musik tersebut. Kebijakan ini diterapkan melalui si...
News03 November 2026 16:20
PLN Buka Kanal Pengaduan Proyek PLTA Bakaru II
PLN memperkuat akses pengaduan masyarakat terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru II di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan....
Hukum03 November 2026 14:28
Naik Penyidikan, Eks Wali Kota Makassar Diperiksa Kejati Sulsel soal Reklamasi Pantai
SULSELSATU, MAKASSAR – Kasus dugaan jual beli izin reklamasi Pantai Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini naik ke tahap penyi...