iklan Kareba Parlementa

Opini: Menguak Konflik Pembangunan New Grand Mall Makassar

Iklan Humas SulSel

Penulis: M Ridjal Adelansyah SH

Sebagai masyarakat madani, tentu tidak akan menolak tupoksi “Pembangunan”. Namun berbeda ketika melihat dan menyikapi pembangunan New Grand Mall Makassar. Ada beberapa norma hukum yang perlu dipahami khususnya Pemerintah Kota Makassar untuk menyikapi masalah tersebut.

Pertama, Terkait Aspek Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Kedua, Aspek Hukum Hak Milik Satuan Rumah Susun yang lahir diatas Hak Guna Bangunan, Ketiga, Peraturan Daerah Kota Makassar No. 15 Tahun 2009 Tentang Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern di Kota Makassar.

Hal yang sangat mendasar untuk perhatikan adalah kedudukan hukum Tanah Hak pengelolaan. Hak pengelolaan ini merupakan interpretasi hubungan antara pemerintah pusat dengan daerah.

Hal ini juga merupakan bentuk implementasi system pemerintahan yang dianut oleh Indonesia; Lebih lanjut Lihat Pasal 1 angka (2) Peraturan pemerintah No. 40 Tahun 1999 Tentang Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai atas Tanah.

Dalam peraturan tersebut secara implisit menerangkan bahwa Hak pengelolaan (HPL) merupakan Hak menguasai dari negara yang kewenangan dan pelaksanaannya sebagian di limpahkan kepada pemegangnya. Lihat juga Peraturan Mentri Agraria/Kepala BPN No. 9 Tahun 1999 Tentang Tata Cara Pemberian Dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara Dan Hak Pengelolaan.

Dari penjelasan peraturan tersebut, satu hal yang perlu digaris bawahi menyangkut objek Hak Pengelolaan (HPL), bahwa objek Hak pengelolaan merupakan tanah negara, sehingga menyangkut perihal bangunan diatas tanah Hak Pengelolaan tidak lepas dari instrument hukum pengelolaan barang milik negara/daerah.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2020 sebagai Pengganti Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

Mayotitas pedagang hanya mempersoalkan harga, kata H Rustam Nur, salah satu pedagang yang sempat penulis temui, iapun mengungkapkan keinginannya agar pihak pengembang mau menyetujui harga berdasarkan Surat Keputusan (SK) walikota pada waktu itu, 42,5 Jt/m2 .

Jika dilihat dalam perspektif hukum Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah disitu di jelaskan tentang adanya perjanjian kerjasama terbatas. Seharusnya, ketika kita melihat perjanjian yang dibuat antara Pemerintah Kota Makassar bersama dengan PT. MTIR pada tahun 1991 yang memuat prinsip Build, Operate, and Transfer (BOT), bertanya – tanya mengapa harus (BOT) Silahkan lihat Pasal 1 angka (16) dan (16 a) PP No. 28 Tahun 2020 sebagai pengganti PP No. 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Saya kira disitu sangat jelas.

Lebih lanjut, Kalau kita melihat berdasarkan fakta yang ada dilapangan, terbitnya Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMRS) diatas Hak Guna Bangunan (HGB), merupakan bentuk adanya hubungan hukum antara PT. MTIR bersama dengan pemegang sertifikat (SHMRS), hal ini perlu diperhatikan. Lihat Pasal 1 angka (17) dan (18) Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2020 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

Fenomena “Kebakaran” bagaikan suatu norma baru yang harus dapat diterima oleh setiap penghuni satuan rumah susun, sebab Kebakaran sering Kali di tafsirkan sebagai suatu keadaan diluar kehendak para pihak (forcemajeur/overmatch), tupoksinya jelas, terhindar dari gugatan wanprestasi.

Tapi satu hal yang perlu saya sampaikan, Hukum punya bahasa tersendiri, bicara tentang Forcemajeur/Overmacth yang perlu di garis bawahi adalah suatu gejala/kondisi yang tidak dapat diprediksi. Apakah kebekaran tidak dapat diprediksi….?

Fenomena Kebakaran terhadap pengelolaan barang milik negara/daerah sangat sarat dengan adanya unsur politisasi pengelolaan aset barang milik negara/daerah. Fakta menjawab setelah terjadinya kebakaran lahirlah addendum yang memuat tentang perpanjangan kontrak kerjasama. Hal ini sarat dengan penyalah gunaan keadaan (Misbruik Van Omstandingheden).

Fenomena Kebakaran dan Addendum, seakan mereduksi kehendak Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2020 sebagai pengganti PP No. 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, yang menginginkan adanya optimalisasi dalam pengelolaan barang milik negara/daerah.

Optimalisasi disini bergantung pada bukti hak yang lahir. Dalam konteks Undang – Undang Satuan Rumah Susun dikenal dua macam instrumen Hak, Silahkan lihat penjelasan, Pasal 47 dan 48 untuk memahami bagaimana kedudukan hukum pemegang Sertifikat Satuan Rumah Susun (SHMRS), sebab entitas hak sangat penting diperhatikan untuk menjamin kepastian hukum yang berlaku.

Editor: Asrul

Iklan PDAM
...

Populer

VIDEO: Habis Nonton Film Porno, Seorang Ayah di Medan Tega Setubuhi Anak Kandung

SULSELSATU.com - Seorang pria di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara tega setubuhi anak kandungnya. Dalam video terlihat pelaku berada di kantor polisi untuk dimintai keterangan. Pelaku...

Gempa di Sulbar, Wali Kota Parepare Intruksikan Jajarannya Salurkan Bantuan

SULSELSATU.com, PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, prihatin atas gempa berkekuatan 6,2sr yang terjadi di Sulawesi Barat. Dimana mengakibatkan berbagai fasilitas pemerintahan...

OPINI: Tantangan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Triliana s. Utina (Mahasiswa Universitas Gorontalo) Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat dunia mendefinisikan makna hidup, penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin hari semakin meningkat menjadi...

7 Jurus Menghadapi Orang yang Benci Sama Kita

SULSELSATU.com, Setiap orang yang membenci kita memiliki alasannya masing-masing. Bisa jadi karena kita terlalu berlebihan, kita memiliki sikap dan sifat yang tidak disukai oleh...

VIDEO: Kepanikan Warga Saat Gempa 6,2 Magnitudo di Majene Sulbar

  SULSELSATU.com - Gempa bumi di Majene, Sulawesi Barat membuat kepanikan dan kerusakan di Wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) , Jumat (15/1/2021) pukul 01.28 WITA. Sejumlah rumah...

Kabar Buruk! Pemkot Makassar Bakal Rumahkan Tenaga Honorer

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sebanyak 200 pegawai Pemerintah Kota Makassar yang berstatus tenaga kontrak atau honorer disejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan di rumahkan. Hal...

Artikel Lainnya

Chaidir Syam Bagi-Bagi Masker dan Hand Sanitizer ke Pedagang Pasar Pakalu

SULSELSATU.com, MAROS - Bakal calon Bupati Maros, Chaidir Syam turun langsung...

Soal Perda Minol, Eric Horas: Inisiasi Dibahas Oleh Semua Fraksi Bukan Sepihak

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Ketua Fraksi Gerindra DPRD Makassar Eric Horas angkat...

Gowa Tercepat Kedua di Sulsel Salurkan Dana Desa

SULSELSATU.com, GOWA - Penyaluran Dana Desa Kabupaten Gowa yang disalurkan oleh...

Tanpa Lawan, AHY Melenggang Mulus Lanjutkan Trah SBY Pimpin Demokrat

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Putra bungsu mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang...

Golkar Sulsel Kurban Enam Ekor Sapi

SULSELSATU.com, MAKASSAR - DPD Partai Golkar Sulsel menyembelih 6 ekor sapi...

Terkini

Dua Korban Gempa Sulbar Dirawat di RS Andi Makkasau Parepare, Begini Kondisinya

SULSELSATU.com, PAREPARE - RSUD Andi Makkasau Parepare saat ini tengah menangani...

VIDEO:Salut, Aksi 3 Ukhti Ajak Bocah Penjual Krupuk Makan di Restoran

SULSELSATU.com - Sebuah video memperlihatkan tiga wanita yang mengajak bocah penjual...

VIDEO: Detik-detik Anggota DPR RI Dedi Mulyadi Marahi Pengemis

SULSELSATU.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi marah kepada seorang pengemis...

VIDEO: Singgah Jenguk Orang Tua, Ustadz Das’ad Latif Selamat dari Gempa Bumi

SULSELSATU.com - Ustadz Das'ad Latif menceritakan dirinya selamat dari gempa bumi...

Pemkot Parepare Siapkan Posko Peduli Gempa Sulbar

SULSELSATU.com, PAREPARE - Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bergerak cepat aksi peduli...