Kasus Dugaan Gratifikasi Bansos Covid-19, Nurdin Abdullah Panggil Abdul Hayat

images-ads-post

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) memanggil Sekretaris Daerah pemprov Sulsel Abdul Hayat Gani untuk memberi keterangan terkait tuduhan yang menyeret namanya dalam kasus gratifikasi anggaran Covid-19.

Nurdin mengatakan telah meminta Hayat memberi keterangan dengan jujur terkait tuduhan gratifikasi anggaran Covid-19.

“Sudah saya panggil Sekda. Tapi pak Sekda bilang tidak ada. Di APIP sudah jelas semua. Tentu butuh pembuktian,” kata Nurdin, Jumat, (22/1/2021).

Meski begitu, Nurdin menegaskan bahwa siapapun yang terlibat dalam kasus gratifikasi anggaran Covid-19 tersebut akan di copot dari jabatannya.

“Jadi kalau masih ada yang berani bermain-main, ya udah risikonya ada. Termasuk soal ini. Kepala bidangnya kan langsung saya copot karena hasil pemeriksaan,” tegas Nurdin.

Yang terpenting kata Nurdin bagaimana Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) Provinsi Sulsel untuk secepatnya memproses pengembalian kerugian negara yang dinilai cukup besar yakni Rp1,4 miliar.

“Makanya kita lihatlah nanti. Yang penting sekarang TPTGR, saya minta kembalikan kerugian negara Rp1,4 miliar. Kedua, kita akan limpahkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sulsel, Kasmin, menyeret nama Sekretaris Daerah Pemprov Sulsel, Abdul Hayat Gani dalam kasus dugaan gratifikasi anggaran Covid-19.

Kasmin mengaku bahwa ia ditelpon oleh orang kepercayaan Sekprov Sulsel yang bernama Albar dan diminta untuk datang ke Hotel Grand Asia, lantai 7. Sesampai di sana, Kasmin disodorkan uang Rp 170 juta. Uang tersebut kata Kasmin diberikan oleh PT Rifat Sejahtera dan dititip melalui Albar.

Namun Kasmin menolak uang tersebut, karena menolak, ia kemudian di panggil keruangan Sekretaris Daerah Pemprov Sulsel.

“Jadi kalau mau tau kenapa itu tanya ke  PT Rifat Sejahtera, kenapa dana dititip lewat Albar, siapa itu Albar? Anggotanya pak Sekprov toh. Rp170 juta saya tolak pada saat itu, saya tidak mau pak,” kata Kasmin. (*)

Penulis: JAHIR MAJID

Editor: ANDI