Logo Sulselsatu

Dua Proyek Strategis Nasional di Sulsel Masih Terkendala Lahan

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Kamis, 03 Juni 2021 19:29

Dua Proyek Strategis Nasional di Sulsel Masih Terkendala Lahan

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mendampingi Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Febry Calvin Tetelepta, dalam rangka pembahasan dua proyek strategis nasional di Sulsel. Adapun proyek strategis nasional tersebut yakni jalur Kereta Api (KA) Makassar-Parepare dan Tol Makassar New Port (MNP).

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Febry Calvin Tetelepta, mengatakan, sampai saat ini masalah khusus untuk jalur KA Makassar-Parepare masih bersoal di pembebasan lahan di Barru, Pangkep, dan Maros.

“Intinya kita mau mendengarkan laporan dari berbagai pihak yang hadir hari ini. Laporan itu jangan hanya yang manis di depan saja, tapi semua kendala harus disampaikan semua, supaya kita carikan jalannya,” tegas Febry saat membuka rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait dua proyek strategis nasional tersebut, di Kantor Makassar New Port, Kamis, (03/06/2021).

Baca Juga : Abdul Hayat Lantik Dua Pejabat Fungsional Jenjang Utama

Febry berharap proyek ini berjalan sesegera mungkin. Pasalnya, Presiden Joko Widodo terus mempertanyakan progres, terutama jalur KA Makassar-Parepare ini.

Sponsored by MGID

“Pokoknya harus jelas laporannya karena ini akan kami sampaikan kembali kepada atasan kami,” ujar Febry kepada stakeholder terkait.

Febry menjelaskan, berdasarkan data dari Lembaga Manejemen Aset Negara (LMAN), saat ini persoalan pembebasan lahan di Pangkep sudah mencapai 77,30 persen dan di Maros baru di angka 55,49 persen, sementara di Barru hampir rampung. “Data-data ini harus jelas dan tidak ada lagi yang harus diperdebatkan lagi,” tegasnya.

Baca Juga : Kasus Dugaan Gratifikasi Bansos Covid-19, Nurdin Abdullah Panggil Abdul Hayat

Sementara, Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengatakan, untuk penyelesaian proyek strategis nasional ini tentu dibutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, dalam hal ini kepala perwakilan, pemerintah provinsi, dan tentunya yang paling penting pemerintah kabupaten, dalam hal ini masing-masing Sekdanya.

“Pentingnya koordinasi terkait pekerjaan ini. Kenapa begitu penting, supaya bisa mempercepat kegiatan ini. Kalau ada komunikasi atau kegiatan yang menghambat, kan ada Sekda. Selama ini tidak satupun yang menelpon dan chat langsung saya untuk menyampaikan hal tersebut,” jelasnya.

Menurut Abdul Hayat, Pemprov Sulsel melakukan coffee morning di setiap hari Senin. Lewat coffee morning ini sebenarnya bisa disampaikan langsung apa saja kendala di lapangan.

Baca Juga : Sekprov Dampingi Mentan Panen 630 Sapi Hasil Inseminasi Buatan di Sinjai

“Setiap Minggu kita lakukan coffee morning, dan saya kira setiap rapat ada juga hadir kadis dan pihak terkait,” tutupnya.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi17 September 2021 13:45
Komitmen Pada Isu Lingkungan, PLTU Co-firing Enceng Gondok Raih Penghargaan Internasional
SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT PLN (Persero) berupaya terus menjaga keseimbangan aspek lingkungan hidup dan keekonomian operasional, termasuk di ...
Video16 September 2021 23:06
VIDEO: Emak-emak Ini Tuduh Driver Ojol Curi Emas Ketika Antar Paket COD
SULSELSATU.com – Seorang driver ojek online dituduh curi emas milik seorang ibu-ibu viral di media sosial. Ojol DKI Jakarta dituduh mencuri seju...
Makassar16 September 2021 21:02
Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Temui Wali Kota Danny
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) menerima kunjungan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS)...
Sponsored by MGID
Makassar16 September 2021 20:49
AUHM Rampungkan Vaksinasi Pekerja THM, Berharap Segera Beroperasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM) tengah merampungkan vaksinasi untuk seluruh pekerja usaha hiburan. Kegiatan it...