Logo Sulselsatu

Analis Politik Sebut Pilkada Takalar Bakal Diikuti Tiga Paslon Bila Syamsari Tak Maju

Asrul
Asrul

Jumat, 09 Juli 2021 13:42

ilustrasi. (int)
ilustrasi. (int)

SULSELSATU.com, MAKASSARPilkada Takalar 2024 berpotensi tanpa petahana Syamsari Kitta. Bupati Takalar ini mengungkapkan ingin fokus maju di Pileg, ketimbang harus melanjutkan periode keduanya.

Pilihan politik Syamsari ini mendapat banyak sorotan dari berbagai publik. Termasuk Direktur Utama Analisis Data Nusantara, Muhammad Rhesa.

Dia menilai Pilkada Takalar kemungkinan besar akan berjalan dinamis, jika Syamsari betul-betul tidak maju lagi. Saat ini sudah mengemuka isu bahwa petahana bupati itu tidak akan maju pada Pilkada Takalar 2024 mendatang.

Baca Juga : Sengketa Pilkada Takalar, MK Putuskan Tidak Terima Permohonan Syamsari-Natsir

“Praktis publik saat ini mulai mengalihkan perhatiannya ke figur-figur lain. Walaupun ada petahana Wakil Bupati (Wabub) Haji Ahmad Dg Sere yang kemungkinan maju, namun kekuatannya tidak sekuat Syamsari selaku bupati,” kata Rhesa, Jumat (9/7/2021).

Sehingga menurut Rhesa, Pilkada Takalar diprediksi akan berlangsung dinamis. Dan membuat banyak nama-nama lain bakal mengemuka seperti Fahruddin Rangga, Burhanuddin Bur, Firdaus Daeng Manye, Ahmad Dg Sere, Hengky Yasin, Ahmad Dg Tonang dan Indar Jaya.

“Jadi semuanya memiliki kans terbuka untuk bersaing di Pilkada Takalar. Semua figur yang akan bertarung mempunyai peluang yang sama,” jelasnya.

Baca Juga : Tim SK-Nojeng Buka Sayembara Berhadiah Rp2 Juta, Ini Syaratnya

Sementara itu menurut Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI), Suwadi Idris Amir memiliki pandangan lain. Dia menganggap Pilkada Takalar akan tetap dinamis, meski Syamsari maju atau tidak.

“Sebab Syamsari bukan petahana yang tergolong sangat kuat. Tampak dari tidak adanya gebrakan signifikan yang dilakukan selama memimpin, ditambah lemahnya komunikasi ke jejaring yang memenangkannya di periode pertama,” sebut Suwadi.

Sehingga menurutnya, meskipun Syamsari maju, namun masih sangat potensial bagi lawan-lawannya untuk mengalahkannya. Suwadi memprediksi Kabupaten Takalar berpeluang dipimpin oleh bupati baru periode mendatang.

Baca Juga : Ipar Mantan Bupati Siap Menangkan SK-Nojeng di Pilkada Takalar

“Figur seperti Firdaus Dg Manye, Fahruddin Rangga atau Burhanuddin B, Ahmad Dg Sere, adalah figur-figur yang berpotensi melawan dan mengalahkan Syamsari. Apalagi jika mereka berkoalisi untuk melawan Syamsari,” jelasnya.

Lanjut Suwadi, komposisi pasangan calon (paslon) di Pilkada Takalar 2024 tergantung pilihan politik Syamsari. Jika Ketua Gelora Sulsel itu tak maju, maka semakin banyak kandidat yang akan muncul.

“Jika betul Syamsari tidak maju, maka Pilkada Takalar berpotensi mengusung tiga sampai empat pasangan calon. Berbeda jika SK maju, Pilkada Takalar kemungkinan besar hanya diikuti dua atau tiga pasangan calon,” tandasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...