SULSELSATU.com, MAKASSAR – Budi daya porang di kebun Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif betul-betul menjadi magnet bagi berbagai kalangan.
Terbaru, salah satu jenderal bintang dua TNI AD Mayor Jendral TNI Andi Muhammad berkunjung langsung ke Kabupaten Sidrap, pusat budi daya tanaman porang di lahan Kelompok tani Semangat Millenial binaan Syaharuddin Alrif.
Untuk diketahui, Andi Muhammad saat ini menjabat sebagai Pangdivif 2 Kostrad yang bermarkas di Singosari, Malang, Jawa Timur.
Baca Juga : Syaharuddin Alrif Pimpin Panen Perdana MT I di Majjelling, Dorong Produktivitas Pertanian Berkelanjutan
Dalam kunjungannya Mayjen TNI Andi Muhammad diterima langsung Syaharuddin Alrif. Dia mengatakan kunjungannya itu, untuk studi banding tentang budi daya porang.
Ini juga upaya untuk persiapan budi daya porang di Kabupaten Malang, dalam rangka mengambil bagian dalam upaya ketahanan pangan nasional.
“Pada masa pandemi ini, masyarakat dan pemerintah jangan tenggelam dengan satu sumber penghasilan saja. Kondisi ini akan membuat sedikit kesulitan, terutama pada sektor ekonomi. Namun pandemi yang masih berlangsung saat ini agar tetap menjadi pelecut masyarakat untuk berjuang dan berinovasi di sektor lainnya,” ungkap mantan Kasdam XIV/Hasanuddin tersebut, Jumat (9/7/2021).
Baca Juga : Surya Paloh Tunjuk Syahar-Cicu Pimpin NasDem Sulsel Usai Ditinggal RMS

Lebih lanjut ia mengatakan, salah satunya sektor pertanian yang memiliki peluang sangat besar dan sebenarnya sudah disampaikan Presiden Joko Widodo.
“Pangan adalah ancaman dunia. Kita punya peluang lahan luas, manusia banyak, kenapa harus impor-impor lagi. Sehingga kami TNI mencoba membantu mendukung kebijakan pemerintah,” ucap Andi Muhammad.
Baca Juga : Bupati Syaharuddin Alrif Nilai Teknologi Kandang Modern Tingkatkan Daya Saing Telur Sidrap
Sementara itu, Syaharuddin Alrif mengucapkan terima kasih atas kunjungan Andi Muhammad.
“Kunjungan beliau menjadi semangat kami untuk mengembangkan kebun porang ini ke depan jauh lebih baik lagi buat kemaslahatan rakyat Sulsel,” demikian Syahar.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar