Logo Sulselsatu

Muzayyin Tak Ingin Sejarah Darul Istiqamah Berakhir

Asrul
Asrul

Jumat, 16 Juli 2021 20:21

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif. (Sulselsatu/Asrul)
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif. (Sulselsatu/Asrul)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pembina Yayasan Pesantren Darul Istiqamah, KH Arif Marzuki menggelar konferensi pers di Maccopa, Maros, Jumat 16 Juli 2021.

Arif Marzuki menjelaskan soal sejarah berdirinya pesantren oleh ayahnya, KH Marzuki Hasan (alm) pada 1970, yang didahului pendirian yayasan setahun sebelumnya.

Arif Marzuki menuturkan bahwa selama 40 tahun memimpin Darul Istiqamah, dia beberapa kali mengangkat dan memberhentikan pimpinan pesantren, tanpa musyawarah pengurus yayasan.

Baca Juga : Pimpinan DPRD Sulsel Kecam Aksi Terorisme, Minta Tak Dikaitkan dengan Agama

Kini, Arif Marzuki mengaku harus mendirikan yayasan baru bernama Yayasan Pembina Dakwah Darul Istiqamah, karena merasa sudah tidak sejalan dengan Muzayyin Arif, putranya.

Sponsored by MGID

“Semoga Allah memberikan jalan keluar untuk persoalan ini,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Muzayyin Arif menuturkan bahwa sebenarnya hanya satu titik perbedaan antara dia dan ayahnya. Yakni soal pendirian yayasan lain di luar yayasan lama. Ayahnya ingin membagi-bagi unit pendidikan di dalam Darul Istiqamah kepada saudara Muzayyin yang lain. Plus dengan kewenangan yang mutlak dan bahkan boleh mendirikan yayasan-yayasan tersendiri. Jadi akan ada beberapa yayasan di lokasi yang sama.

Baca Juga : Warga Sinjai Borong Minta Dukungan DPRD Sulsel Terkait Pembangunan Tahura

Hal tersebut dinilai Muzayyin sama saja dengan membagi-bagi Darul Istiqamah. Ketersambungan sejak tahun pertama berdiri akan selesai.

“Menurut saya itu berbahaya bagi kelangsungan pesantren dan keutuhan keluarga pada masa yang akan datang,” ucapnya.

Dia mengaku tak mau kelak ada perebutan antarsaudara yang berjumlah belasan dan cucu yang mencapai 140 orang. Pesantren harus tetap di bawah yayasan sebagai pembina dan pemutus jika ada masalah.

Baca Juga : VIDEO: Muzayyin Arif Terpilih Aklamasi Pimpin Pordasi Sulsel

Alumni Universitas Islam Jakarta itu menawarkan opsi yayasan tetap satu. Alasannya, histori Darul Istiqamah yang sudah melewati separuh abad, tidak boleh putus.

“Namun yang tak kalah penting adalah utuhnya keluarga. Kalau pesantren dibagi-bagi, akan rawan perpecahan antarsaudara. Biarlah pesantren ini menjadi milik umat,” timpal Muzayyin.

Dia pun mengajak saudara-saudaranya yang berselisih pendapat saat ini, untuk sama-sama terlibat dalam kepengurusan yayasan.

Baca Juga : VIDEO: Muzayyin Arif Terpilih Aklamasi Pimpin Pordasi Sulsel

Muzayyin yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel itu mengaku sangat mencintai orang tuanya, ayah KH M Arif Marzuki. Karena itu selama ini perbedaan antara dia dan ayahnya berupaya dia tutupi dengan mengajukan tawaran yang dinilainya solutif.

Menurut pria 39 tahun itu, walau ada perbedaan, dia tak pernah memperlihatkan ke publik. “Saya meyakini ini dinamika internal yang seharusnya selesai di internal,” kuncinya.

Dia menyebut perbedaan sudah terjadi beberapa tahun namun hubungannya dengan Kiai Arif tetap terjalin. Bahkan pada peringatan Hari Santri, Oktober 2020, Muzayyin bersama orang yang dipanggilnya abah itu bersama-sama menerima kehadiran gubernur Sulsel di Pesantren Darul Istiqamah.

Baca Juga : VIDEO: Muzayyin Arif Terpilih Aklamasi Pimpin Pordasi Sulsel

Dia mengakui ada ketidaksepahaman antara dirinya dengan lima saudara kandung, namun tujuh saudara lainnya tetap memberi dukungan. Meski bagi Muzayyin jauh lebih baik jika semuanya bersatu.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Video30 Juli 2021 18:40
VIDEO: Pengunjukrasa Kecam Vonis Bebas 5 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Bosalia Jeneponto
SULSELSATU.com, Jeneponto – Aksi unjukrasa digelar di depan Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kamis (29/7/202...
Video30 Juli 2021 16:55
VIDEO: Detik-detik Mobil Rescue Tabrak Lari Pengendara Sepeda di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Nasib malang menimpa pengendara sepeda di Kota Makassar. Pengendara sepeda tersebut diduga jadi korban tabrak lari se...
Makassar30 Juli 2021 16:33
Wujudkan Makassar Kota Santri, Wali Kota Danny Harap Penguatan Pendidikan Al Qur’an
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) berharap Kota Makassar dapat menjadi Kota santri dimana pendud...
Sponsored by MGID
Nasional30 Juli 2021 15:52
Catat! Ini Nilai Ambang Batas SKD Seleksi CPNS 2021
SULSELSATU.com, Jakarta - Nilai ambang batas seleksi kompetensi dasar (SKD) merupakan nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi ca...