Logo Sulselsatu

Cegah Bukti PCR & Vaksinasi Palsu, Perjalanan Udara Wajib Gunakan Aplikasi Pedulilindungi

Andi
Andi

Senin, 19 Juli 2021 11:29

Cegah Bukti PCR & Vaksinasi Palsu, Perjalanan Udara Wajib Gunakan Aplikasi Pedulilindungi 

SULSELSATU.com – Pemerintah mulai menerapkan penggunaan aplikasi Pedulilindungi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara.

Aturan ini sementara diberlakukan untuk penerbangan Jakarta-Bali-Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Informasi terkait hasil tes swab PCR dan bukti vaksinasi sebagai syarat melakukan perjalanan udara juga akan secara otomatis tercantum di aplikasi Pedulilindungi sehingga akan membantu masyarakat untuk dapat melakukan check in secara online.

drg. Oscar Primadi, MPH, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, menjelaskan bahwa integrasi data ini ditujukan untuk menghindari penggunaan hasil tes dan kartu vaksinasi yang dipalsukan.

Sponsored by MGID

“Penerapan sistem check in online dengan database hasil tes PCR dan vaksinasi sudah kita uji coba selama 2 minggu dan berjalan dengan baik. Mulai hari ini, kebijakan tersebut kita berlakukan secara resmi karena selain menghindari bukti tes dan vaksinasi palsu, mekanisme ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang hendak bepergian karena tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy yang dapat menimbulkan antrian dan kerumunan,” ujar drg. Oscar.

Oscar Primadi menambahkan bahwa dengan mekanisme tersebut, maka bisa dipastikan bahwa hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat.

“Semua data penumpang yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR/antigen tersimpan dengan aman di big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR. Seluruh big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi sehingga proses pengisian e-HAC yang selama ini sudah berjalan tidak akan berlaku lagi dan beralih ke aplikasi Pedulilindungi,” kata drg. Oscar.

Dengan diberlakukannya kebijakan ini, penumpang yang akan bepergian dapat melakukan pemeriksaan tes swab PCR di laboratorium yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

“Saat ini sudah ada sejumlah Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes dan memasukkan data ke dalam NAR, sehingga hanya hasil swab PCR dari lab tersebut yang dapat dipakai sebagai syarat penerbangan,” tambah drg. Oscar.

Dengan mekanisme baru ini, maka pengecekan kesehatan penumpang dilakukan saat keberangkatan dan bukan saat kedatangan sehingga bisa membuat para penumpang merasa lebih aman dan nyaman.

“Di situasi seperti ini, pengecekan hasil tes kesehatan perlu dilakukan secara ketat untuk memastikan penumpang pesawat benar-benar dalam keadaan sehat. Melalui integrasi sistem ini, kita juga dapat mendorong dan memantau pelaksanaan tes dan lacak secara real time sehingga ini akan membantu upaya penurunan laju penyebaran virus COVID-19,” tutup Sekjen Oscar.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Video24 Juli 2021 21:28
VIDEO: Pria Terpapar Covid-19 di Sumatera Utara Malah Dianiaya Warga
SULSELSATU.com – Seorang pria yang diduga terpapar Covid-19 dianiaya oleh sejumlah warga viral di media sosial. Video tersebut terjadi di Desa S...
Makassar24 Juli 2021 19:47
Plt Gubernur Sulsel Ucapkan Belasungkawa Meninggalnya Taufik Fachruddin
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Komisaris...
Video24 Juli 2021 19:43
VIDEO: Satpol PP Makassar Bongkar Tembok Pembatas Jalan Masuk Rumah Tahfidz
SULSELSATU.com – Tembok pembatas akses jalan ke rumah tahfidz akhirnya dibongkar oleh petugas Satpol PP Kota Makassar pada Sabtu (24/7/2021) . S...
Sponsored by MGID
Politik24 Juli 2021 18:48
Golkar Makassar Gelar Penandatanganan Pakta Integritas Calon Pengurus
SULSELSATU.com, Makassar - DPD II Partai Golkar Makassar menggelar penandatanganan pakta integritas untuk calon pengurus periode 2021-2026....