SULSELSATU.com, Parepare — Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, melakukan reses dan temu konstituen masa persidangan I tahun 2021/2022 di Hotel Youtefa, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Kamis (2/12/2021).
Kegiatan itu dihadiri Ketua DPRD Kota Parepare, Nurhatina Tipu, Camat Bacukiki Barat Fitriani, Minhajuddin, Kapolsek Bacukiki, Danramil, Lurah Sumpang Minangae, serta seratus konstituen yang diundang.
Ketua DPRD Kota Parepare, Nurhatina Tipu mengingatkan kepada konstituen yang hadir untuk menyampaikan aspirasi yang menjadi kebutuhan masyarakat, agar diteruskan dan ditindaklanjuti di Pemprov Sulsel.
“Reses ini selain silaturahmi, juga menyerap aspirasi warga. Jadi sampaikan yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya untuk pembangunan di Kota Parepare,” ujarnya.
Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyampaikan, reses ini sebagai evaluasi kegiatan-kegiatan DPRD Provinsi Sulsel pada tahun 2022 mendatang. Dia hadir di Parepare untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Harapan-harapan dari aspirasi masyarakat ini nantinya yang akan menjadi acuan kegiatan-kegiatan kami di DPRD Provinsi Sulsel untuk tahun 2022,” papar Legislator fraksi Golkar ini
Tokoh perempuan Provinsi Sulsel itu menambahkan, saat ini Pemerintah Kota Parepare yaitu, bapak Wali Kota Taufan Pawe beserta Ketua DPRD Pung Tina, sementara berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Sulsel membahas anggaran pembangunan jembatan kembar di Sumpang Minangae.
Salah satu peserta reses, Zainal Arifin menyampaikan aspirasi, saat ini yang menjadi persoalan kata dia adalah terkait perekonomian masyarakat yang terdampak akibat pandemi covid-19. Dia berharap, DPRD Kota dan Provinsi Sulsel dapat memfasilitasi warga dengan memberikan bantuan usaha serta pelatihan bagi UMKM.
Kedua lanjut Zainal, bantuan terkait keagamaan sangat dibutuhkan di pondok pesantren yang merupakan wadah anak-anak untuk mendapatkan ilmu pendidikan keagamaan selain ditingkat sekolah. Hal itu juga kata dia, merupakan langkah mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Parepare yaitu menghadirkan Parepare sebagai Kota ulama dan kota santri.
Harapan lain disampikan warga. Dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19, masyarakat nelayan yang berada di pesisir pantai sumpang minangae, juga perlu mendapat perhatian dengan diberikan bantuan pengeringan ikan agar tetap berproduksi meski pandemi.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar