Logo Sulselsatu

Komisi IV DPR RI Tinjau Pengrusakan Lingkungan di Kaltim

Asrul
Asrul

Rabu, 15 Desember 2021 16:28

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Masyarakat Desa Mentawir Kecamatan Sepaku, Kabupaten Paser Penajam Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Melayangkan surat laporan ke Komisi IV DPR RI, di Jakarta.

Surat tersebut perihal Pengaduan Masyarakat Desa Mentawir, atas Dugaan Tindak Pidana Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup dan/atau Perusakan Hutan dan Pencemaran Baku Mutu Air yang dilakukan oleh PT. Pasir Prima Coal Indonesia (PPCI).

Penganduan dari Masyarakat itu di tanda tangani oleh Ketua Adat Mentawir, Sahnan dan toko masyarakat, H. Mohammad Nasir. Selalu penerima kuasa mewakili warga masyarakat Mentawir, Kecamatan Sepaku Kabupaten Paser Penajam Utara Provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga : Bimtek Dihadiri 200 Kader, Cicu Klaim NasDem Sulsel Makin Solid Jelang Pemilu 2029

“Bersama ini melaporkan atau mengadukan perbuatan dugaan tindak pidana Pencemaran, Perusakan Lingkungan Hidup, Perusakan Hutan dan Pencemaran Baku Mutu Air yang dilakukan oleh perusahaan PT Pasir Prima Coal Indonesia (PPCI) di Desa Mentawir,” tulis dalam surat pengaduan yang diberikan ke Komisi IV.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPR RI membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kelautan. Mengecek langsung di lapangan.

Rombongan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem, Rusdi Masse. Terlihat untuk sampai ke lokasi sendiri, rombongan harus menaiki kapal kecil.

Baca Juga : Rudianto Lallo Minta Kader NasDem Sulsel Perkuat Kekompakan Jelang Pemilu 2029

“Saya hadir bersama tim guna melihat secara langsung lokasi yang disinyalir mengakibatkan pencemaran lingkungan tersebut,” jelas Rusdi Masse di lokasi bekas penambangan, Selasa (14/12/2021).

Pria yang akrab disapa RMS itu mengaku prihatin melihat situasi di daerah tersebut. Karena air danau bekas galian tambang yang mencemari lingkungan hingga ke perairan.

“Mengakibatkan mata pencaharian masyarakat menjadi hilang dalam menangkap dan memelihara ikan,” ujar Ketua NasDem Sulsel ini.

Baca Juga : Syaharuddin Alrif Konsolidasikan Kader NasDem Sulsel, Target Pertahankan Kekuatan di 2029

Selain itu kata dia, lubang bekas tambang yang ditinggalkan perusahaan itu membahayakan masyarakat. Dimana terdapat tebing yang curam dan airnya menjadi asam, sehingga mengakibatkan pohon di sekitar mati.

Bahkan lanjutnya, air limpasan yang ada mencemari sungai. Sementara dulunya di tempat itu digunakan masyarakat untuk air minum.

“Sekarang hanya untuk MCK (mandi cuci kakus) untuk membilas karena tercemari,” ungkapnya.

Baca Juga : NasDem Sulsel Kembali Akan Panaskan Mesin Politik, Fraksi se-Sulsel Dikonsolidasikan

Lanjutnya, dengan melihat kondisi kerusakan yang ada, maka pihaknya akan melihat Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam memberikan aturan hukum seperti apa.

“Jadi, itu yang akan kita jadikan rekomendasi untuk dijalankan. Jika memang diperlukan dibawa ke jalur hukum,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi23 September 2026 23:25
HIMA BISDIG FEB UNM Kunjungi BI Sulsel Lewat Company Visit Analytica Journey 2.0
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HIMA BISDIG), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar melaksanakan...
Makassar23 September 2026 20:43
Kalla 10K 2026 Gandeng PASI, 4.500 Pelari Siap Ramaikan Pantai Losari
SULSELSATU.com,cMAKASSAR – Kalla 10K 2026 siap digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 10–11 Oktober 2026 mendatang. Sebanyak 4.500 pese...
Politik23 September 2026 15:27
Isu Appi Pindah Partai Menguat, Demokrat Sulsel Pilih Tunggu Sikap Resmi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partai Demokrat Sulawesi Selatan mulai membuka ruang bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi di tengah m...
OPD23 September 2026 15:22
Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Persoalan kecukupan anggaran untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Sela...