Logo Sulselsatu

Hasil Penelitian Terbaru, Vaksin Covid-19 Disebut Bisa Bikin Telat Haid

Sri Wahyudi Astuti
Sri Wahyudi Astuti

Sabtu, 08 Januari 2022 12:46

Hasil penelitian terbaru menyebutkan dosis vaksin yang didapat bisa bikin haid telat (Orami)
Hasil penelitian terbaru menyebutkan dosis vaksin yang didapat bisa bikin haid telat (Orami)

SULSELSATU.com – Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal medis Obstetrics & Gynecology menemukan bahwa wanita yang mendapatkan kedua dosis vaksin selama siklus yang sama akan mengalami keterlambatan menstruasi menjadi dua hari lebih lambat dari biasanya.

Jurnal medis Obstetrics & Gynecology menyebutkan wanita yang telah divaksinasi rata-rata mengalami perubahan siklus menstruasi hanya satu hari ke pola menstruasi yang biasa.

Melansir detikcom, Sabtu, (8/1/2022), studi ini juga telah membantu melawan misinformasi anti-vaksin tentang topik tersebut, yang merajalela di media sosial.

Sedikit peningkatan panjang siklus menstruasi tidak signifikan secara klinis. Setiap perubahan kurang dari delapan hari diklasifikasikan sebagai normal oleh Federasi Internasional Ginekologi dan Obstetri.

Sponsored by MGID

Siklus menstruasi umumnya berlangsung sekitar 28 hari, tetapi jumlah yang tersebut bisa bervariasi dari satu wanita ke wanita lain, dan hal ini juga dapat berubah selama masa stres.

Pada Oktober 2020 dan September 2021, para peneliti ini melakukan studi melalui aplikasi kesuburan terhadap kurang dari 4.000 wanita penduduk AS berusia 18 hingga 45 tahun yang divaksin dan tidak divaksinasi yang dianonimkan.

Di antara 2.403 yang divaksinasi para peneliti mempelajari data yang dikumpulkan dari tiga siklus berturut-turut sebelum divaksin dan 3 siklus berturut-turut setelah mereka diberikan suntikan.

Ditemukan sekitar 10 persen dari wanita yang disuntik mengalami perubahan panjang menstruasi yang cukup besar dan menonjol secara klinis yaitu selama 8 hari atau lebih. Para peneliti mengatakan bahwa menstruasi mereka kembali normal dalam dua siklus pasca-vaksinasi.

Tidak ada perubahan pada panjang menstruasi kedua kelompok dan peneliti mengatakan temuan mereka tidak bisa dikaitkan dengan stres akibat pandemi karena kelompok yang tidak divaksinasi tidak melihat perubahan apapun selama waktu yang sama.

Peneliti menyebutkan respons sistem kekebalan terhadap vaksin bisa menjadi faktor terhadap perubahan tersebut. Karena sistem kekebalan dan sistem reproduksi saling terkait

Sistem kekebalan yang meningkat mungkin berdampak pada poros hipotalamus-hipofisis-ovarium dan secara khusus, produksi protein inflamasi yang disebut sitokin menyebabkan cara sumbu ini mengatur waktu siklus menstruasi.

Perubahan tampak paling jelas ketika vaksinasi dilakukan di awal fase folikular, yang dimulai pada hari pertama periode menstruasi (pendarahan) dan berakhir ketika ovulasi dimulai.

Tim sekarang berharap untuk mengumpulkan lebih banyak data tentang siklus berikutnya di antara wanita yang divaksinasi untuk mengkonfirmasi pengembalian jangka panjang ke baseline, dan memperluas penelitian secara global sehingga mereka dapat membedakan efek antara merek vaksin.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Adventorial19 Januari 2022 16:12
Pantau Pelaksanaan Proyek, Taufan Pawe Pesan Jaga Kualitas Bangunan
SULSELSATU.com, Parepare — Wali Kota Parepare, Taufan Pawe memantau sejumlah proses pengerjaan mega proyek pembangunan infrastruktur. Salah satu...
Sulsel19 Januari 2022 15:56
Kebijakan Pemerintah Satu Harga, Pemkab Gowa Pantau Harga Minyak Goreng Rp14 Ribu Per Liter di Pasar
SULSELSATU.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa melakukan pengecekan harga ...
Sulsel19 Januari 2022 11:16
Tingginya Geliat Bisnis Kedai Kopi, PT Vale Gelar Pelatihan Barista di Morowali
SULSELSATU.com, LUWU TIMUR – Tingginya geliat bisnis kedai kopi yang berkontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi kreatif, PT Vale Indone...
Sponsored by MGID
Video18 Januari 2022 23:27
VIDEO: Tak Mau Ditilang, Dua Pengendara Ini Pura-pura Jadi Petani
SULSELSATU.com – Dua pengendera motor berpura-pura jadi petani saat hendak ditilang polisi lalulintas viral di media sosial. Kejadian tersebut d...