Logo Sulselsatu

OPINI : Manajemen Hubungan Madrasah dengan Masyarakat dalam Penyelenggaran Pendidikan Islam

Sri Wahyudi Astuti
Sri Wahyudi Astuti

Rabu, 12 Januari 2022 11:57

Opini hubungan madrasah dengan masyarakat dalam pembelajaran Agama Islam (Kaldera News)
Opini hubungan madrasah dengan masyarakat dalam pembelajaran Agama Islam (Kaldera News)

Oleh : Afrizal Montopani

Dalam dunia pendidikan modern, sekolah menjadi ujung tombak atau sentral dalam perwujudan peningkatan kemampuan siswa dalam aspek pengetahuan dan skill. Sekolah menjadi ruang yang sangat dibutuhkan kehadirannya bukan hanya sebagai ruang formal belaka melainkan juga esensi pembelajaran yang kolektif, yang di dalamnya menjadikan sekolah berbeda dan spesial dibanding tempat-tempat mencari ilmu lainnya. Tak terkecuali bagi sekolah yang berlebel madrasah.

madrasah dalam arti sekolah, mempunyai konotasi khusus, yaitu sekolah-sekolah Agama Islam. Sedangkan secara epistemologi, madrasah adalah salah satu jenis lembaga pendidikan Islam yang berkembang di Indonesia yang diusahakan di samping masjid dan pesantren. Lebih lanjut, dalam konteks Indonesia, lembaga pendidikan ini merupakan lembaga madrasah timur tengah masa modern karena pengaruh pendidikan barat yang diisi secara dominan dengan kurikulum keagamaan.

Secara teknis, dalam perjalanannya format madrasah dari waktu ke waktu telah mengalami perkembangan hingga semakin jelas sosoknya, dari madrasah yang berawal dari unsur tradisional, swasta, hingga menjadi negeri, dan dari tingkat rendah (Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal, dan Madrasah Ibtidaiyah), hingga madrasah tingkat lanjutan (Madrasah Tsanawiyah sebagai lanjutan tingkat pertama dan Madrasah Aliyah sebagai lanjutan tingkat atas). Kesemua itu kini berada di bawah naungan Kementiran Agama Republik Indonesia, sebagai payung dari pelaksanaan pendidikan keagamaan.

Sponsored by MGID

Dalam mewujudkan pengembangannya, tentunya madrasah membutuhkan perangkat-perangkat pendukung dalam pelaksanaan hariannya, salah satunya dalam aspek managerial seperti manajemen dan visi serta misi madrasah itu sendiri. Visi dan misi sebagai landasan arah gerak madrasah sangat diperlukan untuk membuat arah gerak madrasah menjadi terfokus. Pun manajemen madrasah sangat dibutuhkan untuk keteraturan atau ketertiban dalam proses perwujudan visi dan misi madrasah. Salah satu bentuk kolaborasi kedua hal diatas melahirkan pola yang disebut manajemen hubungan madrasah.

Manajemen hubungan madrasah salah satunya berkaitan erat dengan masyarakat luas yang berada di luar lingkungan madrasah. Secara etimologis, hubungan madrasah dan masyarakat diterjemahkan dari perkataan bahasa inggris Public School Relation yang berarti hubungan madrasah dan masyarakat adalah sebagai hubungan timbal balik antara organisasi (madrasah) dengan masyarakat/lingkungan yang terkait.

Perlunya hubungan madrasah dengan masyarakat Dalam mewujudkan visi dan misi madrasah sesuai dengan paradigma baru manajemen pendidikan, maka diperlukan revitalisasi hubungan madrasah dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Hal ini penting karena madrasah memerlukan masukan dari masyarakat dalam menyusun program yang relevan, sekaligus memerlukan dukungan dalam melaksanakan program tersebut. Adapun Jenis-Jenis hubungan madrasah dengan masyarakat idealnya dapat digolongkan menjadi tiga jenis hubungan, diantaranya ialah;

Pertama, yaitu Hubungan Edukatif, hubungan edukatif adalah hubungan kerja sama antara madrasah dan masyarakat khususnya orang tua siswa dalam hal mendidik siswa. Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip atau bahkan pertentangan yang dapat mengakibatkan keraguan pendirian dan sikap pada diri siswa. Juga kerja sama dalam usaha pemenuhan fasilitas yang diperlukan untuk belajar baik di madrasah maupun di rumah, pemecahan masalah yang menyangkut kesulitan belajar maupun kenakalan anak-anak. Pelaksanaan program-program madrasah memerlukan partisipasi masyarakat dan orang tua peserta didik. Masyarakat dan orang tua tidak hanya mendukung melalui bantuan keuangan, tetapi melalui komite madrasah.

Kedua adalah Hubungan Kultural, yang dimaksud dengan hubungan kultural adalah usaha kerja sama antara madrasah dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebudayaan masyarakat di mana madrasah itu berada. Hal ini sangat berkaitan dengan keberadaan madrasah sebagai lembaga yang diharapkan dapat menjadi barometer bagi maju mundurnya kehidupan, cara berpikir, kepercayaan, kesenian, adat istiadat dan sebagainya dari masyarakat lingkungan madrasah tersebut. Bahkan madrasah diharapkan menjadi tempat terpencarnya norma-norma kehidupan seperti norma agama, etika, sosial, estetika dan sebagainya. Untuk itu diperlukan adanya hubungan kerja sama yang fungsional antara kehidupan madrasah dan masyarakat.

Dan ketiga dan merupakan jenis terakhir hubungan madrasah dan masyarakat yaitu, Hubungan Institusional. Hubungan institusional merupakan hubungan kerja sama antara madrasah dengan lembaga-lembaga atau instansi-instansi resmi lainnya baik pemerintah maupun swasta, seperti hubungan kerja sama antara madrasah dengan madrasah lainnya, antara madrasah dengan kepala pemerintahan setempat, atau dengan perusahaan swasta dan organisasi kemasyarakatan tertentu.

madrasah sebagai lembaga pendidikan yang mendidik anak-anak yang nantinya akan hidup sebagai anggota masyarakat yang terdiri dari berbagai macam golongan, status sosial dan pekerjaan sangat membutuhkan adanya hubungan kerja sama seperti ini. Dengan adanya hubungan kerja sama ini, madrasah dapat meminta bantuan dari lembaga-lembaga tersebut baik berupa tenaga pengajar, pemberian ceramah tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengadaan dan pengembangan kurikulum, maupun bantuan berupa fasilitas dan alat-alat yang diperlukan bagi kelancaran pelaksanaan program madrasah.

Adanya hubungan madrasah dengan masyarakat ini dimaksudkan pula agar proses belajar yang berlaku di madrasah mengalami perubahan, dari proses belajar dengan cara memberikan bahan pelajaran yang telah dicerna oleh guru, menjadi proses belajar yang inovatif, yaitu belajar secara antisipatoris dan partisipatoris. Dalam proses ini madrasah tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pemecahan masalah, tetapi justru yang lebih penting adalah mengidentifikasi, mengerti dan merumuskan kembali masalah tersebut.

Pada akhirnya, manajemen hubungan madrasah dan masyarakat sebagai proses komunikasi antara madrasah dengan masyarakat sangat diperlukan, karena didalamnya mencakup tentang usaha menanamkan pengertian kepada warga masyarakat tentang kebutuhan dan karya pendidikan , dan juga sebagai pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan madrasah itu sendiri.

Penulis adalah Mahasiwa STAI DDI Sidrap

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama17 Januari 2022 23:24
Rugikan Negara Rp 1,3 Miliar, Kejari Jeneponto Tetapkan 4 Tersangka Proyek KAT Kemensos
SULSELSATU.com, Jeneponto – Penyidik Kejaksaan Negeri Jeneponto (Kejari) resmi menetapkan 4 orang tersangka atas kasus dugaan Korupsi Proyek pem...
Video17 Januari 2022 23:18
VIDEO: Aksi Heroik, Pesepeda Berjaket Ojol yang Kawal Ambulans
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan aksi seorang pria berpakaian ojol kawal ambulans yang tengah membawa pasien. Dalam video terlihat p...
Ekonomi17 Januari 2022 23:16
Andi Sudirman Sambut Baik Menurunnya Angka Kemiskinan di Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan penurunan angka kemiskinan di Sulsel sebagai cap...
Sponsored by MGID
Sulsel17 Januari 2022 22:20
Lewat Aplikasi Maupun ATM, Warga Barru Kini Lebih Mudah Bayar PBB
SULSELSATU.com, BARRU – Warga Barru kini lebih mudah melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pasalnya, Badan Pendapatan Daerah (Bape...