Logo Sulselsatu

Sudah 1.207 Warga Sipil di Marupol Tewas Akibat Invasi Rusia

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 10 Maret 2022 20:30

Rusia terus gencarkan serangan, meminta warga Ukraina meletakkan senjata dan meninggalkan Mariupol (CNN Indonesia)
Rusia terus gencarkan serangan, meminta warga Ukraina meletakkan senjata dan meninggalkan Mariupol (CNN Indonesia)

SULSELSATU.com – Sejak pengepungan Rusia di Mariupol, sudah 1.207 warga sipil yang tewas hingga Rabu (9/3).

“[Serangan Rusia] menyebabkan 1.207 warga Mariupol yang damai kini tewas,” demikian pernyataan pihak berwenang kota tersebut, seperti dikutip AFP dari CNN Indonesia, Kamis, (10/3/2022).

Dikutip dari CNN Indonesia, ketika dikonfirmasi mengenai jumlah tersebut, layanan pers kepresidenan Ukraina menyampaikan, “Kami tidak memiliki jumlah pasti, tapi dari perkiraan awal, itu benar.”

Baca Juga : Gagal di Kota Kyiv dan Kharkiv, Rusia Fokus Ambil Alih Donbas di Ukraina

Angka ini terpaut jauh dari data yang diumumkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu sebanyak 516 warga sipil tewas akibat serangan Rusia di Ukraina secara keseluruhan.

Menurut data layanan darurat Ukraina, lebih dari 2.000 orang tewas akibat gempuran Rusia, terhitung hingga pekan lalu.

Sementara itu, pihak berwenang Mariupol juga menyatakan, kotanya telah melewati “sembilan hari penembakan terus-menerus terhadap warga sipil.”

Baca Juga : Ukraina Tunjukkan Perlawanan Kuat, Rusia Tingkatkan Serangan Udara dan Laut

Akibatnya, setengah juta orang di kota itu juga harus hidup “tanpa lampu, air, dan komunikasi.”

“Hati saya penuh dengan kemarahan,” kata Wali Kota Mariupol, Vadym Boichenko, dalam sebuah video.

“Hari ini, Rusia yang dipimpin oleh Presiden (Vladimir) Putin, melakukan serangan udara di kota damai, menembak rumah sakit anak-anak. Mereka ingin mengambil nyawa anak-anak kami, perempuan kami, dokter kami.”

Baca Juga : 600 Rudal Sudah Ditembakkan ke Ukraina Selama Invasi Rusia

Boichenko pun kembali menggaungkan pesan Presiden Volodymyr Zelensky agar mitra internasional Ukraina memberikan bantuan dan menerapkan zona larangan terbang di negaranya.

Rusia memang terus menggempur berbagai sudut Kota Mariupol. Terakhir, Rusia menyerang rumah sakit anak-anak di Mariupol pada Rabu (9/3), menyebabkan 17 staf terluka.

Sementara itu, beberapa upaya evakuasi di Mariupol gagal. Ombudsman Ukraina, Lyudmyla Denisova, lantas menyatakan kota tersebut terancam mengalami krisis kemanusiaan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....
OPD18 September 2026 18:24
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Terminal Pinrang yang disebut...
OPD18 September 2026 18:22
Komisi A DPRD Sulsel Bakal Konsultasi ke BKN, Soroti Guru PPPK, Banyaknya Plt hingga TPP ASN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan berencana melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperjelas sej...