Logo Sulselsatu

Pemerintah Inggris Bayar Rp6,5 Juta Bagi Warganya Yang Mau Tampung Pengungsi Ukraina

Asrul
Asrul

Minggu, 13 Maret 2022 14:43

Ukraina terus mendapat dukungan dari berbagai negara, dan masuk dalam daftar "musuh" Rusia (Kompas)
Ukraina terus mendapat dukungan dari berbagai negara, dan masuk dalam daftar "musuh" Rusia (Kompas)

SULSELSATU.com – Pemerintah Inggris akan membayar masyarakat yang membuka rumahnya untuk menampung pengungsi Ukraina yang melarikan diri dari invasi Rusia sebesar 350 poundsterling atau Rp6,5 juta.

Pemerintah Inggris menyebut langkah ini sebagai bagian dari program ‘Rumah untuk Ukraina’. Pemerintah Inggris mengizinkan masyarakat Ukraina yang datang ke Inggris, meskipun tidak memiliki kerabat atau anggota keluarga sama sekali.

Bantuan sebesar Rp6,5 juta itu hanya diberikan untuk masyarakat Inggris yang memberikan kamar atau tempat tinggal tak terpakai dengan jangka waktu minimal enam bulan untuk pengungsi Ukraina.

Baca Juga : Jerman Kirim Tank ke Ukraina, Putin Murka Ancam Lawan Pakai Nuklir

Lewat program ini, Pemerintah Inggris mewajibkan masyarakat, badan amal, hingga kelompok masyarakat menawarkan jasa akomodasi kepada masyarakat Ukraina melalui halaman situs pada akhir pekan depan.

Siapa pun yang menawarkan kamar atau rumah harus menunjukkan bahwa akomodasi tersebut memenuhi standar dan harus menjalani pemeriksaan catatan kriminal lebih dahulu.

“Inggris berdiri di belakang Ukraina di saat-saat tergelap mereka dan publik Inggris memahami perlunya menyelamatkan sebanyak mungkin orang secepat mungkin,” kata Michael Gove, Menteri Perumahan Inggris, dalam sebuah pernyataan dikutip CNN.com, Minggu (13/2/2022).

Baca Juga : Terus Berlanjut, Rusia Kembali Serang Ukraina Tanpa Ampun

“Saya mendesak orang-orang di seluruh negeri untuk bergabung dalam upaya nasional dan menawarkan dukungan kepada teman-teman Ukraina kita. Bersama-sama kita dapat memberikan rumah yang aman bagi mereka yang sangat membutuhkannya,” lanjutnya.

Sebagai informasi, invasi Rusia ke Ukraina sudah berlangsung dua pekan sejak dimulai pada 24 Februari lalu. Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mencatat setidaknya 2 juta orang warga Ukraina mengungsi karena serangan tersebut.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News02 Mei 2026 08:39
Layanan Pelindo Membaik, Kepuasan Pengguna Tembus 90 Persen
Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menembus angka di atas 90 persen....
Berita Utama01 Mei 2026 23:23
Tak Sengaja Bertemu di Warkop Jeneponto, Rudianto Lallo Beri Support ke Vonny Ameliani
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ketua KNPI Sulawesi Selatan terpilih, Vonny Ameliani bertemu dengan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, , di K...
Metropolitan01 Mei 2026 20:53
Serikat Buruh Demo di Makassar, Desak Pemerintah Sahkan UU Ketenagakerjaan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka mem...
Hukum01 Mei 2026 20:50
Geng Motor Diduga Bawa Airsoft Gun Serang Warung Warga di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekelompok geng motor menyerang sebuah warung milik warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menggun...