Logo Sulselsatu

Iwan Aras Harap Tragedi KM Ladang Pertiwi Tak Terulang, Kemenhub Diminta Siapkan Kapal Perintis

Asrul
Asrul

Rabu, 08 Juni 2022 19:08

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Aras menaruh perhatian serius atas peristiwa tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02 di Selat Makassar pada Kamis (26/5/2022) sekitar pukul 03.30 Wita.

Hal itu ditegaskan Andi Iwan saat Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Kementerian Perhubungan di Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2022)

Andi Iwan meminta Kemenhub untuk memberikan kapal yang layak bagi warga pulau di Kabupaten Pangkep.

Baca Juga : Gerindra Sulsel Kukuhkan 500 Laskar, Perkuat Mesin Partai dari Desa hingga RT ‎

“Kemudian kecelakaan laut yang terjadi di Selat Makassar, sejak periode yang lalu saya sudah meminta bantuan bapak untuk memberikan kapal perintis di sana,” katanya.

Politisi Gerindra itu menegaskan jika kejadian Kemenhub harus memperhatikan keselamatan warga pulau di Pangkep. Apalagi di sana terdapat banyak warga.

“Kejadian ini buka kejadian pertama, ini kejadian kedua, dulu pernah pada saat lebaran, mereka orang dari pulau ini datang ke Makassar untuk belanja menggunakan kapal ikan,” tuturnya.

Baca Juga : Darmawangsyah Muin Ingatkan Legislator Gerindra Tak Terlena Kursi DPR Saat Ini, Persiapan Pemilu Harus Dimulai

“Jadi ini kami berharap Kemenhub bisa memberikan bantuan kapal perintis mungkin penyebrangan karena kecamatan ini, khusus Kabupaten Pangkep ini memiliki 4 kecamatan pulau di sana ada 40 ribu lebih jiwa di mana pulau tersebut lebih berdekatan Lombok,” lanjutnya.

Bukan hanya itu, Andi Iwan mengatakan, warga pulau di Kabupaten Pangkep butuh fasilitas seperti dermaga.

“Di sana tidak terfasilitasi dengan baik di dermaga, masih membutuhkan dermaga penyeberangan,” jelasnya.

Baca Juga : Darmawangsyah Muin Ajak Kader Gerindra Sulsel Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

Jika memungkinkan, Kemenhub bisa membangun bandara di sana. Hal ini diperlukan untuk tindakan cepat jika ada warga yang membutuhkan fasilitas kesehatan.

“Bahkan bandara perintis, karena jarak tempuh laut bisa sampai 9-10 jam apalagi kalau cuaca tidak bagus bisa lebih lama lagi.
Mungkin bisa dihadirkan, apalagi fasilitas kesehatan di sana juga terbatas sehingga dibutuhkan untuk reaksi cepat,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News23 Oktober 2026 11:47
PT Vale Indonesia Kerahkan Tim Tangani Karhutla di Kolaka
PT Vale Indonesia Tbk mengerahkan tim Fire and Emergency Services (FES) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Puulemo dan Ba...
Kriminal23 Oktober 2026 10:28
Praperadilan Ditolak, Ali Kamri Disorot dalam Kasus Karhutla dan Perambahan Loeha Raya
Penyidik Balai Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Wilayah Sulawesi mempercepat proses penyidikan kasus perambahan Hutan Lindung Loeha setelah Pengadilan Neg...
News23 Oktober 2026 09:11
Mal Ratu Indah Olah Tutup Botol Plastik Jadi Furnitur
Mal Ratu Indah menggandeng Rappo Indonesia untuk mengolah limbah tutup botol plastik dari tenant SAO Eating Point menjadi furnitur yang dapat dimanfaa...
Pendidikan23 Oktober 2026 08:19
1.215 Pelajar Adu Inovasi di AHM Best Student 2026
Sebanyak 1.215 pelajar SMA/sederajat dari seluruh Indonesia mengikuti Astra Honda Motor Best Student (AHM Best Student) 2026 untuk menghadirkan inovas...