Logo Sulselsatu

Lindungi dari Keausan, Naik ke Atas Candi Borobudur Pakai Sendal Khusus

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 09 Juni 2022 12:00

Wisatawan yang naik ke Candi Borobudur (dok. Kompascom)
Wisatawan yang naik ke Candi Borobudur (dok. Kompascom)

SULSELSATU.com – Menjaga bagunan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, pengelolab menyediakan sendal khusus (upanat) untuk melindungi bangunan candi dari keausan akibat beban wisatawan.

“Upanat itu sebuah proteksi, di mana nanti pengunjung bisa masuk ke candi itu dibekali dengan sandal khusus yang bisa melindungi candi dari keausan,” kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT TWC Hetty Herawati, mengutip laman resmi Kementerian BUMN, Kamis (9/6/2022).

Kepala Auditor PT TWC, Aryono Hendro menjelaskan, desain dan bahan sendal khusus ini dibuat melalui riset yang dilakukan oleh tim konservasi pada relief candi.

Baca Juga : Batasi Pengunjung, Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Naik Jadi Rp750 Ribu Bagi Wisatawan Lokal

“Jadi sandal itu memang didesain sedemikian rupa oleh teman-teman ahli konservasi melalui riset, berdasarkan pada relief yang ada di Candi Borobudur,” kata Aryono.

“Dari beberapa material yang ramah terhadap batu itu adalah spons seperti pada sandal jepit, lalu di atas spons akan dilapis dengan daun mendong, atau yang biasa digunakan oleh orang Jawa untuk membuat tikar,” lanjutnya.

Material yang dianggap ramah, seperti spons dan daun mendong memang bertujuan untuk meminimalisasi tekanan dan keausan pada batu Candi. Walaupun begitu, Aryono masih terus melakukan riset untuk mendapatkan alternatif terbaik.

Baca Juga : Sepakat, Candi Prambanan dan Borobudur Jadi Tempat Peribadatan Dunia

“Bahannya masih mencari opsi terbaik. Kami akan terus mengadakan riset, karena kalau nantinya memakai daun mendong, ketersediaan bahannya kurang, tentunya kita harus mencari bahan lain yang green juga,” ujarnya.

Untuk produksi, masyarakat sekitar menjadi pelaku utama untuk produksi dan menyediakan stok sendal khusus ini. Waktu untuk penggunaan sendal khusus ini belum dipastikan kapan akan diberlakukan.

“Semua bertanya-tanya, cuma belum ada waktu pasti karena banyak yang harus kami siapkan, selain sandal, kami harus riset lagi, termasuk aturan-aturannya yang akan mengacu keputusan pemerintah,” kata dia.

Aryono menerangkan, apabila program ini sudah beres, harga paket untuk naik ke Candi Borobudur sudah termasuk sendal.

“Sandalnya wajib dibawa pulang oleh wisatawan, atau nanti kita juga akan menyediakan tempat untuk sandal yang telah selesai digunakan, agar tidak menimbulkan masalah baru berupa sampah,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Nanang Wijayanto
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...