Tenri Palallo “Bermimpi” Hadirkan Perpustakaan Standar Nasional di Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Minat baca masyarakat Kota Makasar masih terbilang sangat rendah seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar Tenri A Palallo dalam program Bappeda Corner.
Tenri mengatakan bahwa indeks literasi kita diangka 67, sehingga Pemerintah Kota Makassar, terkhusus Dinas Perpustakaan Kota Makassar berkomitmen mendorong masyarakat dalam meningkatkan minat baca dengan merancang berbagai starategi yang dibuat.
Terkait hal ini Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar Tenri A Palallo menerangkan bahwa mereka telah menyusun program-program kerja untuk meningkatkan minat baca kota makassar
Saat ini mereka sedang menyelsesaikan proyek pembangunan Gedung Perpustakaan
yang berada di Jalan Kerung-kerung yang mampu menampung 1000 pengunjung
“Saat ini gedung perpustakaan sudah berdiri kokoh,” ungkap Tenri.
Tenri juga menjelaskan bahwa berdasarkan visi misi program ADAMA ada tiga misi, dan Dinas Perpustalaan menempati posisi pertama yakni semua anak harus sekolah
“Saya berada di level M1 (Misi 1) Program satu, ‘semua anak harus sekolah,” kata Tenri.
Dalam Program satu, Tenri menerangkan bahwa ‘semua anak harus sekolah’ memiliki beberapa program di dalamnya, diantaranya Sekolah Bintang Lima.
“Semua perpustakaan harus berstandar nasional,” tutur Tenri.
Untuk mencapai standar tersebut, maka Dinas Perpustakaan Makassar memberikan peryaratan yang harus dipenuhi agar bisa mencapai standar nasional.
“Harus memenuhi syarat administrasi, salah satunya adalah layanan perpustakaan, jumlah koleksinya berapa, bagaimana pengelolaannya di dalam,” jelas Tenri.
Tenri menegaskan, bahwa ada yang masuk dalam kategori wajib untuk mejalankan syarat yang ditentukan ini diantaranya adalah sekolah yang ada di Kota Makassar.
“Secara keseluruhan perpustakaan yang harus kami selesaikan adalah perpustakaan SD, SMP, itu saya kasih masuk ke dalam kategori wajib,” lanjut Tenri.
Selanjutnya ada juga program yang diberi nama layanan Dongeng Keliling Bersama Perpustakaan (DONKEL), Dongeng Keliling Dari Rumah Via Youtube (Daun Kelor) di saat Pandemi, Sentuh Perpustakaan. Dari sini Dinas perpustakaan ingin menghidupkan perpustakaan-perpustakaan yang ada di kota Makassar.
Tenri menganggap bahwa orang pada umunya dan masyarakat Kota Makassar pada khususnya tidak pernah menganggap perpustakaan itu penting untuk diadakan, untuk diperhatikan, sehingga banyak perpustakaan-perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah Kota Makassar banyak yang terabaikan atau tidak menjadi pusat perhatian khusus.
“Saya berpendapat, orang tidak menganggap perpustakaan itu penting,” ujar Tenri.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News