Pemkot Akan Sulap Lorong di Makassar Menjadi Tempat Wisata Berkelas

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam jal ini Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar sebagai leading sektor akan menyulap lorong-lorong Kota Makassar menjadi tempat wisata dengan melaunching program kerja bernama Lorong Wisata (Longwis).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muhammad Rheza megatakan bahwa lorong wisata (Longwis) ini merupakan pengembangan dari lorong garden pada periode pertama Walikota Makassar Moh Ramdhan Pamanto.
“Lorong wisata ini merupakan pengembangan dari lorong garden,” tutur Rheza dalam program Bappeda Corner, Kamis (23/6/2022).
Lorong wisata menurut Rheza lebih kompleks, kalau lorong garden hanya membuat bagaimana lorong itu penuh dengan tanaman.
“Lorong wisata ini lebih kompleks. Kalau lorong garden itu kita hanya bermain dengan tanaman, bermain dengan bagaimana lorong itu hijau, kalau lorong wisata itu lebih kompleks,” tutur Rheza.
Rheza juga menjelaskan bahwa lorong wisata ini akan melibatkan SKPD, untuk terlibat didalamnya dan juga akan membantu menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat.
“SKPD akan terlibat atau melibatkan diri di situ. Di lorong itu intinya bagaimana menarik wisatawan, dimana ada perputaran ekonomi masyarakat lorong itu bisa bangkit,” jelas Rheza.
Dengan adanya lorong wisata ini membuat jumlah tempat wisata yang ada di Kota Makassar lebih meningkat, sehingga para wisatawan tidak hanya ke tempat-tempat yang bernuansa alam tapi mereka juga akan mendapatkan tempat indah walaupun hanya ke lorong-lorong yang ada di Kota Makassar.
“Baik lokal maupun asing datang ke Makassar ini sudah jelas, sudah tahu mau kemana dia, mau melihat apa yang ada di lorong-lorong, selama inikan kita tahunya tempat wisata itu yang natural,” jelasnya.
Lorong-lorong yang ada di Kota Makassar akan dibuat indah dengan potensi-potensi yang ada di setiap lorong-lorong tersebut.
“Kalau disitu ada kebudayaan yang bisa kita angkat, kita angkat budayanya mereka, ada kuliner yang menjadi ciri khas disitu, kita angkat kuliner itu, ada kerajinan-kerajinan, kita angkat,” kata Rheza.
Hal ini juga akan mampu meningkatkan perekonomian warga setempat dengan putaran uang yang mereka akan dapay dari kearifan lokal setempat.
“Jadi ada putaran ekonomi, perputaran uanglah di situ,” pungkas Rheza.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News