Logo Sulselsatu

Kamrussamad Harap Kemenkeu Lakukan Terobosan Agar PNBP Bisa Lebih Besar

Asrul
Asrul

Jumat, 01 Juli 2022 18:20

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad memberi apresiasi terhadap pendapatan negara yang mengalami peningkatan di atas 100 persen untuk pertama kalinya sejak 12 tahun terakhir.

Meski begitu, dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kamrussamad menilai belum optimal.

“Saya apresiasi pendapatan negara meningkat. Tahun 2021 mencapai Rp 2.011 triliun,” kata Kamru, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga : Kamrussamad Siap Perkuat Sinergi DPR dengan Menkeu Baru Suahasil Nazara

Menurut anggota Fraksi Gerindra, pendapatan negara ini adalah pencapaian di atas 100 persen pertama kali sejak 12 tahun terakhir.

Dia merinci, berdasarkan catatan kementerian keuangan, rincian pendapatan negara terdiri dari penerimaan perpajakan Rp1.547,8 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp458,5 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp5 triliun.

“Kalau dilihat dari total pendapatan negara, proporsi PNBP hanya 22 persen. Di 2018 porsi PNBP ada di 21 persen, sempat turun di tahun 2019 di angka 20 persen. Jadi, meskipun trennya meningkat, tapi peningkatannya tidak signifikan. Padahal pada 2005, porsi PNBP bisa mencapai 30 persen dari total pendapatan negara,” ungkap legislator daerah pemilihan Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu ini.

Baca Juga : OPINI: Siap Mengawal Anggaran Pengangkatan PPPK Menjadi ASN

Dari angka itu, beber politisi berdarah Sulsel ini, menandakan PNBP belum optimal, terutama pada sektor-sektor non SDA.

Kamrussamad menyarankan, perlunya roadmap dan strategi yang jelas dari Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, untuk optimalisasi PNBP ke depannya.

“Apalagi tahun depan tren commodity boom akan menurun. Potensi PNBP SDA bisa jadi tidak akan setinggi 2021 dan 2022,” jelasnya.

Baca Juga : Kamrussamad Minta 7 Kemenko Perkuat Akuntabilitas RAPBN 2027, Tegaskan APBN Harus Berdampak ke Rakyat

Tak hanya itu, kata Ketua DPC Gerindra Pangkep ini, diperlukan terobosan, mulai dari penyempurnaan mekanisme pemungutan, perhitungan, penyetoran dan sanksi dalam pengelolaan PNBP.

“Dengan begitu diharapkan PNBP yang dibayarkan oleh para wajib bayar bisa lebih akurat, transparan dan akuntabel,” demikian Kamru.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....
OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...
Otomotif17 September 2026 18:31
Kalla Toyota Hadirkan Extra Care, Layanan Servis dan Bantuan 24 Jam
Kalla Toyota menghadirkan Kalla Toyota Extra Care sebagai solusi layanan purna jual yang dapat diakses pelanggan selama 24 jam....