SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Walikota Makassa Fatmawati Rusdi, optimis saat ini dengan program Lorong Wisata (Longwis) yang sedang dikembangkan di Kota Makassar, ia menilai sangat efektif untuk dijadikan sarana pendidikan politik kepada masyarakat sebagai stimulus peningkatan partisipasi publik pada penyelenggaraan Pemilu di masa mendatang.
Hal ini diungkapkan Fatma saat bertemu perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar membahas sinkronisasi program KPU dengan Pemerintah Kota Makassar di Balai Kota, Kamis (28/7/2022).
“Program lorong wisata fokus pada peningkatan ekonomi warga lorong, termasuk peningkatan sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Olehnya itu, seluruh program pemberdayaan termasuk pendidikan politik sangat strategis dilakukan melalui program lorong wisata,” ujar Fatma.
Baca Juga : Puluhan Tahun PSU Belum Diserahkan, Pemkot Makassar Ultimatum Pihak PT GMTD
Sebagai informasi, pemilihan presiden dan wakil presiden bersamaan dengan pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD seluruh Indonesia akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang.
Komisioner KPU Makassar, Endang Sari, menyampaikan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di Pilkada yang lalu tidak mencapai 60 persen, namun di Pemilu 2019 telah mencapai 75,4 persen, sedangkan target di Pemilu serentak nantinya yakni 77,6 persen.
Hal itu tentunya tidak diinginkan terjadi, sehingga untuk mengantisipasi, di awal tahapan berjalan, KPU berkoordinasi dengan berbagai stakholer, dan berharap dapat menyasar hingga tingkatan RT/RW.
Baca Juga : Jembatan Kembar Barombong Disiapkan, Pemkot Makassar Rampungkan Urusan Lahan
“Dengan menyasar tingkat RT/RW, sosialisasi yang diberikan tidak lagi berdasar pada tingkat kelurahan/kecamatan. Hal ini sejalan dengan program Kota Makassar yang saat ini digalakkan yakni adanya program Lorong Wisata,” ujar Endang Sari.
Endang Sari menilai, sangat memungkinkan untuk mensinkronkan upaya tersebut ke dalam program lorong wisata agar cakupan sosialisasi dapat benar-benar sampai ke masyarakat.
Sehingga pada kesempatan yang sama, Fatmawati Rusdi berharap kesalahan yang pernah terjadi pada Pemilu maupun Pilkada sebelumnya dapat dijadikan pelajaran, sehingga Pemilu kedepan menjadi lebih baik.
Baca Juga : Komitmen Taat Bayar Pajak, Claro Makassar Raih Penghargaan Tax Award 2025
“Tentunya kita berharap dapat berjalan seiring, sehingga berbagai permasalahan yang ditemui di Pilkada maupun Pemilu yang lalu, dapat diatasi lebih dini,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Zaenal Ibrahim, juga menambahkan bahwa saat ini dilakukan sinkronisasi data pemilih, dengan berkoordinasi dengan beberapa SKPD lainnya seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar