Logo Sulselsatu

Pemkot Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting

Andi Fardi
Andi Fardi

Senin, 01 Agustus 2022 09:34

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, Parepare — Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Parepare terus bergerak dalam upaya menurunkan stunting di Parepare.

Kini TPPS Parepare menggelar rapat koordinasi menindaklanjuti pembahasan Rancangan Perwali tentang Percepatan Penurunan Stunting, Senin (01/08/22).

Rapat koordinasi dipimpin Wakil Wali Kota Parepare, H Pangerang Rahim selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Parepare di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Parepare.

Di Tim Percepatan Penurunan Stunting, Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe menjadi pengarah, kemudian ketua adalah Wakil Wali Kota. Wakil Ketua masing-masing Sekda Kota Parepare, H Iwan Asaad, Kepala Bappeda Parepare, Samsuddin Taha, Ketua TP PKK Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan. Sementara Sekretaris adalah Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Parepare, Dr Hj Halwatiah.

Dalam rapat, ada beberapa hal penting yang disimpulkan. Antara lain intervensi penurunan stunting di Parepare tetap mengacu kepada 5 Lokus Kelurahan stunting yang telah ditetapkan oleh SK Wali Kota Parepare Nomor 1009 Tahun 2021 tentang Penetapan Lokus Prioritas Pencegahan dan Penanganan Stunting Tahun 2022, berdasarkan analisa situasi (Ansit) dengan 21 indikator. Lima Kelurahan itu adalah Tiro Sompe, Bumi Harapan, Lumpue, Ujung Baru, dan Mallusetasi.

“Untuk memudahkan para Lurah Lokus tahun 2022 memantau warga yang terindikasi stunting, diharapkan Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dalam validasi data e-ppgm oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang telah dibentuk,” ungkap Sekretaris Bappeda Parepare, Zulkarnaen Nasrun yang mewakili Kepala Bappeda selaku Wakil Ketua TPPS Parepare.

Dalam rapat juga ditekankan kepada SKPD yang memiliki anggaran dalam intervensi stunting baik yang bersumber dari APBD maupun APBN (DAK) untuk menyampaikan Renja yang di dalamnya memuat time schedule kapan pelaksanaan kegiatan dimaksud. Dengan begitu stakeholder lainnya dapat turut serta dalam pelaksanaan kegiatan dimaksud.

Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Parepare, Dede Alamsyah Wakkang yang juga anggota TPPS menambahkan, peran serta Tim Penggerak PKK, Kecamatan/Kelurahan, Puskesmas, RT/RW maupun masyarakat dalam intervensi pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi ini masih menjadi salah satu tenaga penggerak untuk kesuksesan aksi intervensi.

“Saat ini Aksi ke 4 terkait Perwali tentang Percepatan Penurunan Stunting yang sementara disusun di Bagian Pemerintahan Setdako ditargetkan rampung pada bulan Agustus ini,” kata Dede.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...