Logo Sulselsatu

Catatan Kemajuan Demokrasi di Gowa, Keluar Dari Zona Merah Hingga Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Sri Wahyudi Astuti
Sri Wahyudi Astuti

Selasa, 20 September 2022 20:05

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat membuka Sosialisasi Pengawasan Netralitas ASN, TNI dan Polri di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa (dokumen: ist)
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat membuka Sosialisasi Pengawasan Netralitas ASN, TNI dan Polri di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa (dokumen: ist)

SULSELSATU.com, GOWA – Proses demokrasi di Kabupaten Gowa sejak 202O lalu menunjukkan kemajuan signifikan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, empat indikator dinilai berhasil mewujudkan proses demokrasi yang baik, terutama ditunjukkan pada proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 lalu.

Indikator pertama, jika sebelumnya Kabupaten Gowa selalu dilekatkan pada wilayah zona merah di setiap proses pemilu maupun pilkada, namun pada 2020 lalu berhasil keluar dari zona tersebut untuk pertama kalinya.

Baca Juga : Pemkab Gowa Bersama Divif 3 Kostrad Kolaborasi Turunkan Angka Stunting

“Alhamdulillah pada tahun 2020 kemarin akhirnya Kabupaten Gowa pertama kalinya dalam sejarah masuk dalam zona hijau,” katanya, saat membuka Sosialisasi Pengawasan Netralitas ASN, TNI dan Polri di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Senin (19/9/2022).

Indikator kedua, lanjutnya, pada saat pelaksanaan Pilkada 2022 lalu, Kabupaten Gowa satu-satunya kabupaten yang paling tercepat melakukan transfer dana pilkada. Baik ke KPU, Bawaslu, TNI maupun Polri.

“Ini di umumkan langsung oleh Bapak Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian pada saat beliau kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan di ruang rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan,” lanjut Adnan.

Baca Juga : Pemkab Gowa Buka Pendaftaran Pembina dan Pengajar Tahfidz Qur’an untuk Program Mahasantri

Kemudian indikator ketiga yakni, sesuai target nasional pada Pilkada 2020 kemarin tingkat partisipasi yang harus dicapai adalah 77 persen. Nilai partisipasi pemilih di Kabupaten Gowa pun sangat tinggi, bahkan melampaui target nasional sebesar 79,77 persen.

“Jadi kurang 0,23 atau 0,33 kalau saya tidak salah itu sudah 80 persen tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Gowa. Sementara salah satu indikator utama suksesnya pelaksanaan pemilihan itu adalah meningkatkan partisipasi pemilih,” jelasnya.

Terakhir pada indikator keempat, terkait dengan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu melalui koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Gowa dan seluruh pihak yang terkait berjalan dengan baik. Kolaborasi ini pun memunculkan niat dari Pemerintah Kabupaten Gowa untuk membangunkan kantor permanen bagi Bawaslu Kabupaten Gowa.

Baca Juga : Bupati Gowa: Program MUI Gowa Sebaiknya Jadi Rujukan Pembangunan Daerah di Sektor Keagamaan

“Tahun ini rencananya akan dibangun tepat disampingnya KPU supaya memudahkan juga Kepolisian untuk melakukan pengamanan,” ujarnya.

Catatan lainnya yang diharapkan Adnan dapat dimaksimalkan pada Pemilu 2024 mendatang adalah bagaimana netralitas aparatur sipil negara (ASN), maupun TNI dan Polri bisa terwujud dalam mengawal pesta demokrasi yang adil.

Apalagi, berdasarkan catatan Bawaslu Gowa, pada Pilkada 2020 lalu tercatat sekitar enam orang ASN ditemukan tidak netral.

Baca Juga : Bupati Gowa: Program MUI Gowa Sebaiknya Jadi Rujukan Pembangunan Daerah di Sektor Keagamaan

“Kita berharap dengan digelarnya kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan referensi bagi ASN, TNI, dan Polri. Sehingga semuanya berjalan dengan baik lancar dan sesuai dengan harapan kita semua,” tegas Adnan.

Sementara, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilihan Umum, Prof Muhammad dalam materinya menegaskan, dalam setiap proses pemilu maupun pilkada, berbagi daerah tidak pernah terlepas dari kasus netralitas ASN.

“Sebenarnya jumlah kasus ASN yang ditemukan tidak netral pada Pilkada di Gowa itu nilainya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan beberapa daerah di Pulau Jawa,” terangnya.

Baca Juga : Bupati Gowa: Program MUI Gowa Sebaiknya Jadi Rujukan Pembangunan Daerah di Sektor Keagamaan

Hanya saja, hal tersebut memang perlu menjadi catatan penting untuk mendapat perhatian penuh dari pihak penyelenggara pemilu. Termasuk juga dari pemerintah daerah.

“Memang netralitas ASN, TNI dan Polri itu sudah menjadi keharusan pada seluruh proses demokrasi di Indonesia. Hal ini harus bisa kita dorong,” katanya.

 Komentar

 Terbaru

Video06 Oktober 2022 20:06
VIDEO: Tembok MTSN 19 Pondok Labu Roboh saat Banjir, 3 Siswa Dikabarkan Meninggal
SULSELSATU.com – Banjir terjadi di sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis (6/10) sore. Hingga mengakibatkan tembok MTSN 19 Pondok Labu, Insiden rob...
OPD06 Oktober 2022 20:04
Program Ipal Komunal Pemkot Makassar Jadi Percontohan di Indonesia
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Air Limbah (PAL) Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar melakukan rapat bersama T...
Nasional06 Oktober 2022 19:08
Dukung Pengurangan Emisi, Program BRI Menanam Proyeksikan Penyerapan Karbon Hingga 108 Ribu Ton CO2
SULSELSATU.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) turut ambil bagian dalam mendukung ketahanan iklim melalui penyerapan emisi karbon. Sal...
Makassar06 Oktober 2022 18:56
Fatmawati Rusdi Buka High Level Meeting TPID Kota Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mengendalikan laju infla...