Logo Sulselsatu

Pemkot Makassar Akan Sidak ke Sejumlah Apotek, Pastikan Tidak Ada Obat yang Dilarang Terjual

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 22 Oktober 2022 08:56

Wali Kota Makassar Danny Pomanto (Ist)
Wali Kota Makassar Danny Pomanto (Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menginstruksikan penarikan daftar obat sirup yang mengandung cemaran etilen glikol yang dicurigai sebagai penyebab gagal ginjal akut misterius di Indonesia.

Merespon hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan segera melakukan sidak ke sejumlah apotek.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, dalam waktu dekat Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan turun melakukan sidak untuk memastikan apotek tidak menjual lagi obat-obat dilarang.

Baca Juga : Tekan Inflasi Lewat Cabai dan Bawang, Pemkot Makassar Bagikan Satu Juta Polibag

“Harus ada (sidak) segera kami persiapkan, ini harus ada,” ujar Danny Pomanto sapaannya, saat ditemui di kediamannya Jalan Amirullah, Jumat, (21/10/2022).

Dia juga mengungkapkan, bahwa belum mendapat laporan terkait kasus anak menderita gangguan ginjal akut atipikal karena mengonsumsi obat yang mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

“Hingga hari ini kita belum ada laporan karena ini menjadi konsen, kalau ada misalnya anak-anak ginjal akut pasti ke rumah sakit. Kalau dia di rumah sakit pasti laporannya masuk. Nah sampai sekarang ini belum ada laporan secara masif,” kata Danny.

Baca Juga : Helmy Budiman Tegaskan Musrenbang Kecamatan Berbasis Kegiatan Prioritas

Danny mengimbau seluruh apotek di Makassar untuk tidak mengedarkan obat-obat yang sudah terkontaminasi dengan EG dan DEG yang dilarang untuk digunakan dalam pembuatan sirup obat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Saya kira apotek dengan kesadaran sendiri, demi kesehatan masyarakat kota. Saya berharap agar tidak diperjualbelikan lagi,” katanya.

Ia juga mengimbau agar para orang tua. Jika anak mengalami sakit segera menghubungi layanan center 112.

Baca Juga : Danny Dukung Program Sudirman Loop sebagai Sistem Transportasi Antarmoda Baru

“Bagi semua keluarga terutama ibu-ibu kalau ada anaknya sakit manfaatkan 112 sehingga kita bisa monitor. Pemerintah lebih peka memonitoring hal-hal yang dilarang seperti dugaan sirup Paracetamol ini,” ucap Danny.

Menurutnya, otorisasi pengawasan obat-obatan ada pada Dinas Kesehatan. Oleh karenanya, Danny meminta Dinkes untuk melakukan penegakan aturan terkait hal ini.

“Makanya dinkes harus bantu Satpol PP karena ini penegakan aturan terutama pencegahan, sehingga anak-anak kalau sakit di lapangan harus termonitor. Biasanya kan cuman dipandang enteng tidak dibawa Rumah Sakit nah ini jadinya fatal kalau ternyata ada ginjal akut,” tutur wali kota dua periode ini.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Muhammad Junaedi
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar01 Februari 2023 23:31
Mengenal Apa itu Tokomoditi? Program Pemkot Makassar untuk Kendalikan Inflasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR,- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kembali menggagas inovasi Tokomoditi yang rencanaya di tempatkan di sejumlah kelurah...
Video01 Februari 2023 23:10
VIDEO: Nanas Unik, Punya 13 Buah dalam Satu Pohon
SULSELSATU.com – Media sosial dihebohkan dengan pohon nanas unik. Video tersebut diduga terjadi di Sumatera. Dalam video terlihat pohon nanas un...
Video01 Februari 2023 22:11
VIDEO: Timsel Bawaslu Sulsel Beri Ruang Spesial Bagi Kandidat Perempuan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Timsel Calon Bawaslu Sulsel membuka pendaftaran calon anggota Bawaslu Sulsel mulai tanggal 10-20 Februari 2023. Sekre...
Metropolitan01 Februari 2023 21:11
Bappeda Makassar Gelar Annual Meeting Bahas Pengolahan Sampah Jadi Energi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar menggelar Annual Meeting Indonesian Coalition for Waste ...