Logo Sulselsatu

Nusantara Infrastructure Perkuat Laju Perekonomian Daerah

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 28 November 2022 21:48

Jalan tol layang AP Pettarani Kota Makassar (dokumen: Kementerian PUPR)
Jalan tol layang AP Pettarani Kota Makassar (dokumen: Kementerian PUPR)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Roda perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) bergerak positif. Infrastruktur penunjang yang baik, khususnya jalan tol, menjadi satu faktor di balik kondisi ini.

Jalan tol bebas hambatan membantu mobilisasi barang dan jasa menjadi lebih cepat. Memberi keuntungan dalam hal penghematan biaya operasi kendaraan dan waktu, ketimbang lewat jalan non tol.

Di Sulsel, ada kurang lebih 21,65 kilometer jalan tol yang membelah Kota Makassar. Ia melintasi sektor ekonomi seperti Kawasan Industri Makassar (KIMA), Pelabuhan Soekarno-Hatta, Bandara Sultan Hasanuddin, pergudangan, sampai kawasan airport city.

Baca Juga : Gubernur Segera Groundbreaking Tol Barombong-Takalar

Tol dalam Kota Makassar terbagi dalam empat seksi. Seksi satu, dua, dan tiga dikelola PT Makassar Metro Network (MMN), anak usaha PT Nusantara Infrastructure. Seksi IV dikelola oleh anak perusahaan MMN, PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE).

Direktur Utama PT JTSE sekaligus Direktur PT MMN Ismail Malliungan menerangkan, kehadiran tol selama 10 tahun belakang, membuat kawasan perekonomian tersebut meningkat pesat.

“Jadi kalau melihat posisi jalan tol yang sekarang ini, tentu menjadi sebuah penghubung antara simpul ekonomi, seperti pelabuhan, bandara, kawasan permukiman, dan pengembangan,” ujar Ismail Malliungeng di kantornya, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : VIDEO: Jokowi Tinjau Pembangunan Tol Pertama di Aceh

Kehadiran tol juga mendukung arus distribusi barang dan jasa yang akan dikirim ke luar Sulsel, bahkan hingga luar negeri via Pelabuhan Soekarno-Hatta.

Nantinya, tol ini juga akan terhubung ke Makassar New Port (MNP) di Jalan Sultan Abdullah Raya, Kaluku Bodoa, Tallo Makassar. MNP yang dibangun Pelindo ini untuk menjawab kebutuhan ekspor Sulsel yang terus meningkat.

Saat ini, Pelabuhan Soekarno-Hatta maksimal hanya bisa menampung 700 ribu TEUs. Sementara dengan kehadiran MNP ini, bisa menampung hingga 3 juta TEUs.

Baca Juga : VIDEO: Diduga Kehilangan Tenaga, Pesawat Mendarat Darurat di Jalan Tol

“Dengan pelabuhan ini, kapasitas jalan yang ada di eksisting, tentu tidak mampu mendukung aktivitas pelabuhan, sehingga oleh Kementerian Perhubungan, PUPR, BUMN, lewat masing-masing pihak, ada Pelindo, direktorat, dan lain-lain, membuat jalan akses tol dari eksisting ke Makassar New Port,” beber Ismail.

Ismail menyebutkan, jalan tol MNP yang sedang dikerjakan pihaknya saat ini sudah berjalan hingga 32,15 persen, dengan panjang 3,2 kilometer. Total nilai proyeknya mencapai Rp705 miliar. Proyek ini dikerjakan sejak Februari lalu dan ditarget rampung Juli tahun depan.

“Kita sudah bertemu Pelindo, untuk membahas akselerasi penyelesaian proyek ini. Termasuk pembebasan lahan. Soalnya itu kewenangan mereka,” pungkas Ismail.

Baca Juga : Waskita Karya Jual Lima Jalan Tol Tahun Ini

Kepedulian Lingkungan

Perseroan tak sekadar fokus pada pembangunan fisik bangsa. Lebih dari itu, PT Nusantara Infrastructure berikut anak usahanya juga memperhatikan kondisi lingkungan dengan program, yang bekerja sama dengan pemerintah maupun swasta.

Direktur PT MMN, Ismail Malliungan menyampaikan perseroan tidak melepaskan diri dari tanggung jawab sosial masyarakat sekitar. Termasuk, program Kota Makassar yang sekarang sedang gencar dilakukan pemerintah kota, yakni menata lorong.

“Bagaimana mengedukasi masyarakat untuk kesadaran tentang kebersihan dan lingkungan. Menangkap hal itu, kami juga sebagai badan usaha ikut mengambil peran bersama pemerintah melakukan aktivitas yang mengedukasi masyarakat,” ucap Ismail.

Perseroan kata Ismail juga bekerja sama dengan human initiatif sedang melakukan program Kampung Bersih Nusantara. Kegiatan ini dilakukan di daerah Pannampu, Tallo, sekitar jalan tol Cambayya, atau jalan tol seksi satu.

“Kita bekerja sama dengan human initiative mengedukasi masyarakat , menata lorong, bagaimana menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, dan menjaga kebersihan,” urai Ismail.

“Di sini hal yang kita lakukan, bagaimana memanfaatkan sampah menjadi sebuah nilai ekonomi buat masyarakat, recycle, membuat kerajinan tangan, kita mural juga tembok,” pungkas Ismail.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...