SULSELSATU.COM, MAKASSAR – Rumah mewah di Kota Pompeii, Italia, kembali dibuka untuk umum selama 20 tahun restorasi.
Pompeii adalah sebuah kota di Italia yang lenyap selama 1.600 tahun karena tertutup abu akibat letusan Gunung Vesuvius pada 79 Masehi.
Melansir The Associated Press Minggu (15/1/2023), rumah mewah ini diperikirakan milik Aulus Vettius Conviva dan Aulus Vettius Restitutus.
Selain memiliki nama yang nyaris sama, mereka memiliki masa lalu yang sama – bukan sebagai keturunan keluarga bangsawan Romawi yang terbiasa dengan kemewahan, melainkan, kata para ahli Pompeii, hampir pasti, sebagai orang yang pernah diperbudak yang kemudian dibebaskan.
Diyakini bahwa mereka menjadi kaya melalui perdagangan anggur. Sementara beberapa berhipotesis keduanya bersaudara, tidak ada kepastian tentang itu.
Di dalam rumah mewah ini terdapat banyak lukisan yang menggambarkan kehidupan masyarakat Romawi masa lalu.
Di ruang tamu, yang dikenal sebagai Hall of Pentheus, sebuah fresco menggambarkan Hercules sebagai seorang anak, menghancurkan dua ular, dalam ilustrasi sebuah episode dari kehidupan pahlawan Yunani.
Menurut mitologi, Hera, istri dewi Zeus, mengirim ular untuk membunuh Hercules karena sangat marah karena Hercules lahir dari penyatuan Zeus dengan wanita fana, Alcmena.
“Kami melihat di sini fase terakhir dari lukisan dinding Pompeian dengan detail yang luar biasa, sehingga Anda dapat berdiri di depan gambar-gambar ini selama berjam-jam dan menemukan detail baru,” kata direktur energik taman arkeologi.
Sejarah Pompeii
Dikutip dari kanal Phinemo, Pompeii merupakan sebuah kota pada era Romawi Kuno yang berada di lembar Gunung Vesuvius, saat ini masuk wilayah Campania, Italia.
Cerita tentang Pompeii begitu melegenda, kota yang subur dan makmur tiba-tiba luluh lantak oleh letusan maha dahsyat dari Gunung Vesuvius saat semua penduduknya sedang berpesta pora.
Tidak ada yang selamat, kota dan semua penduduknya terkubur dalam abu selama ribuan tahun.
Lokasi tepat Kota Pompeii berada di tenggara Kota Napoli. Berdiri di aliran Sungai Sarno/Sarnus yang terbentuk akibat aliran lava pijar.
Pada abad pertama Masehi, Kota Pompeii hanyalah satu dari sekian banyak kota yang ada di lembah Gunung Vesuvius. Luas wilayahnya terbilang cukup besar dan penduduknya hidup makmur karena lahan pertanian yang subur.
Berdasarkan catatan arkeologi, Pompeii mulai terlihat sebagai kota maju yang terkenal pada abad ke-6 Masehi.
Eksistensi Pompeii sebagai kota maju ditunjukkan dengan keterlibatan dalam peperangan melawan kekaisaran Roma.
Pompeii dan Roma lalu menjalin koloni dengan nama Colonia Cornelia Veneria Pompeianorum. Sebagian besar penduduknya adalah orang-orang Osci atau Oscan yang bersal dari Italia tengah.
Pada tahun 62 M, gempa bumi hebat sempat merusak Kota Pompeii. Setelah selesai dibangun kembali dengan lebih besar dan megah pada tahun 79 M.
Namun di tahun yang sama, Gunung Vesuvius mengalami erupsi hebat kembali menghancurkan Kota Pompeii, kali ini lebih parah bahkan telah menghilangkan keberadaannya dari dalam peta-peta dunia hanya dalam waktu satu malam saja.
Debu vulkanik Gunung Vesuvius mengubur Kota Pompeii selama sekitar 1.600 tahun sebelum akhirnya ditemukan kembali oleh arkeolog modern secara tidak sengaja.
Tidak ada yang selamat dari bencana dahsyat tersebut. Penduduknya mati mengeras menjadi batu di bawah timbunan lava dan debu vulkanik.
Masyarakat Kota Pompeii diperkirakan adalah kaum Nabi Luth yang dimusnahkan karena praktik seks bebas dan seks menyimpang, LGBT.
Dari catatan sejarah, Kota Pompeii adalah pusat kemaksiatan dan kemunkaran yang dipenuhi oleh lokasi perzinahan dan pelacuran.
Kala itu, penduduk Pompeii sering melakukan tradisi pesta dan pergelutan yang sarat akan kekerasan. Kegiatan seksual homo maupun hetero subur di kota ini.
Salah satu prasasti yang ditemukan di situs penggalian Pompeii berhasil diterjemahkan pada 2017 lalu.
Prasasti mendeskripsikan pesta besar bagi seorang pemuda kaya yang akan menginjak usia dewasa. Pesta tersebut menjamu 6.840 tamu dengan pertunjukan pertarungan 416 gladiator yang bertarung hingga mati tanpa henti selama beberapa hari.
(*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News













Komentar