Logo Sulselsatu

Harga Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Naik, Musim Hujan Jadi Faktor Utama

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 18 Januari 2023 13:48

Kondisi pasar tradisional Taipale'leng, terpantau harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga (Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com).
Kondisi pasar tradisional Taipale'leng, terpantau harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga (Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com).

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah bahan pokok di pasar m engalami kenaikan harga. Kenaikan harga ini bahkan ada yang meningkat hingga 100 persen, seperti brokoli. Pemicu utama karena musin hujan.

Bahan pokok yang kompak mengalami kenaikan pada musim hujan ini adalah sayur-mayur. Diantaranya seperti, bayam, kangkung, kentang, wortel, kok, kembang kol, dan brokoli.

Semua jenis sayuran tersebut adalah bahan yang sangat rentang rusak disaat musim hujan sehingga memicu kenaikan harga yang cukup signifikan. Seperti bayam, kangkung, kentang, naik harga hingga 50 persen.

Baca Juga : Musim Hujan Rawan Genangan, Ini Tips Berkendara Melewati Genangan Agar Aman

Owner Pasar Online Makassar Komang Ayu mengatakan, harga sayur saat ini sangat mahal. Jauh sebelum tahun baru. Desember harganya kebanyakan masih normal, tapi setelah tahun baru sejumlah bahan naik harga.

“Bayam, kangkung mahal karena musim hujan. Tanah lembab dan gampang busuk. Wortel, kentang, kol, kembang kol, dan brokoli juga begitu. Sangat terasa kenaikan harganya,” katanya kepada Sulselsatu.com, Selasa (17/1/2023).

Ia menjelaskan, memang disaat musim hujan sejumlah bahan pokok di pasar pasti naik. Cuaca buruk menjadi alasan utamanya. Semuanya terdampak.

Baca Juga : Simak Tips Berkendara dengan Sepeda Motor saat Hujan

Hal yang sama juga dikatakan oleh salah satu pedagang di pasar tradisional Taipale’leng di Kabupaten Gowa, Daeng Karra. Bayam dan kangkung mengalami kenaikan harga, ketersediaan bahannya pun terbatas.

“Iya mahal karena musim hujan. Karena daung dan batangnya gampang rusak kalau hujan terus,” katanya saat ditemui Sulselsatu.com.

Sementara itu, Saharia (45) juga sangat merasakan dampak dari musim hujan yang menjadi penyebab kesulitan mendapatkan bahan yang masih bagus dan segar dengan harga murah.

Baca Juga : Interaksi Lebih Dekat dengan Pelanggan IM3 Hadirkan Pasar Ramadan IM3 2023

“Semua sayur-sayur ini susah dan harganya juga sangat mahal dari sebelumnya. Sekarang kalau beli Rp5 ribu hanya bisa dapat dua ikat kecil, padahal sebelumnya bisa dapat tiga ikat,” ujarnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi20 Juni 2026 18:05
OJK dan Persatuan Aktuaris Indonesia Dorong Mahasiswa Unhas Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) bersama Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) mengajak generasi muda mulai mer...
Politik20 Juni 2026 16:44
Usai Lantik Pengurus Baru, Mardiono Langsung Pasang Target Ambisius untuk PPP Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, menargetkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mampu merebut posisi Ketua DPRD Sula...
Makassar20 Juni 2026 16:43
Dulu Belajar dari Layar Saat Pandemi, Kini Siswa SDIT Al Fatih Siap Menaklukkan Dunia
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jalan Andi Djemma, Sabtu (...
News20 Juni 2026 16:04
PJM Tanam 2.500 Pohon di Maros, Dukung Pelestarian Lingkungan dan SDGs
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menanam 2.500 pohon berkayu keras di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros,...