Logo Sulselsatu

Piala Dunia U20 Batal di Indonesia, JK: Karena Kita Tak Menjalankan Komitmen

Uje Jaelani
Uje Jaelani

Sabtu, 01 April 2023 20:15

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut keputusan FIFA yang membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia U20 disebabkan karena Indonesia tak mampu menjaga komitmen.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) meyakini banyak pihak yang bersedih buntut dari keputusan FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Namun, baginya peristiwa ini adalah pembelajaran untuk tetap menjaga komitmen.

“Karena masalahnya masalah komitmen, sudah teken semua, komitmen, tapi ditarik. Nah, ini hilang trust (kepercayaan),” kata JK dilansir dari CNN sabtu (1/4/2023)

Baca Juga : VIDEO: Hadiri Pemilihan Rektor, JK: Sudah 25 Tahun Saya Jadi Ketua IKA Unhas

JK sendiri mengaku bingung bagaimana caranya kembali memulihkan kepercayaan tersebut. Untuk itulah dia menekankan pentingnya menghargai komitmen. Persiapan yang telah dilakukan sejak jauh-jauh hari pun kini jadi sia-sia.

“Ini dirusak oleh karena kita tidak menjalankan komitmen,” tegasnya.

Menyangkut potensi sanksi dari FIFA, JK masih akan menantinya. Terpenting, menurutnya adalah bangsa ini agar tetap menjaga keutuhannya.

Baca Juga : VIDEO: Soal Kritik Tanpa Dipanggil Polisi, Ini Penjelasan Lengkap JK

“Ya semua kecewa, semua sedih, mari kita bangun, dengan baik kebersamaan ke depan,” pungkasnya.

Indonesia gagal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 setelah keputusan FIFA pada Rabu (29/3) malam WIB. Keputusan tersebut dibuat FIFA setelah Indonesia dinilai tidak bisa memberikan jaminan keamanan kepada Israel usai protes keras dari banyak pihak.

Jusuf Kalla (JK) sendiri sebelum keputusan FIFA muncul menilai kehadiran tim nasional (Timnas) Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 menjadi momentum bagi Indonesia tunjukkan peran aktifnya memperjuangkan hak bangsa Palestina.

Baca Juga : Pulang Kampung, JK Disambut Gubernur dan Ribuan Warga Sulsel

“Jadi kalau Indonesia menerima kehadiran Israel di Piala Dunia U-20, justru menunjukkan peran aktif Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina, melalui jalur dialog untuk perdamaian kedua pihak,” kata JK dalam keterangan tertulis, Selasa (28/3).

JK berpendapat Piala Dunia U-20 dapat dijadikan momentum bagi Indonesia untuk mengenal kedua belah pihak, khususnya Israel jika ingin berperan aktif dalam menegakkan perdamaian di Timur Tengah.

Terlebih, kata dia, Indonesia selama ini tetap pada sikapnya memperjuangkan kepentingan bangsa Palestina.

Baca Juga : VIDEO: Hari Terakhir Jadi Wapres, JK Ngobrol Bareng Driver Ojol

“Melalui ajang Piala Dunia U-20 jika terlaksana dengan mengikutsertakan Israel, justru dapat membangun upaya perdamaian yang tentunya dapat memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina melalui jalan dialog atau perdamaian,” kata dia.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...