Logo Sulselsatu

Ismail Bahtiar Sebut Jawa Sentris Bukan Lagi Kunci Pemenangan Pilpres

Asrul
Asrul

Senin, 15 Mei 2023 18:54

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Politisi milenial PKS Ismail Bahtiar punya pandangan khusus terkait kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024.

Ismail menyampaikan saat ini telah mengurucut pada tiga poros yang akan menghasilkan jagoan masing-masing, pertama Anies Rasyid Baswedan, kedua Prabowo Subianto dan ketiga Ganjar Pranowo.

Ismail menepis wacana yang berkembang bahwa Jawa sentris akan menjadi kunci kemenangan Pilpres. Menurutnya tiga tokoh yang digadang-gadang sebagai kandidat Capres ini semuanya berdarah Jawa.

Baca Juga : DPD PKS Makassar Susun Strategi Pemenangan Lewat Rakerda

“Sehingga menurut saya, sesungguhnya kunci kemenangan di Pilpres 2024 adalah yang menggandeng tokoh kawasan Indonesia Timur. Kita ada tokoh seperti Pak Syahrul Yasin Limpo, Andi Amran Sulaiman, Pak Sandiaga Uno dan beberapa tokoh lain,” tuturnya, Senin (15/5/2023).

Lebih jauh, Bacaleg PKS DPR RI Dapil Sulsel 2 itu menjelaskan bahwa basis Anies, Prabowo dan Ganjar semua terpusat di Jawa, lalu bila mengincar kandidat Cawapres juga berasal dari Jawa kekuatan untuk menang Pilpres agak berat.

“Perlu diketahui bahwa momen-momen politik nasional di Indonesia banyak juga dipengaruhi oleh tokoh dari kawasan Indonesia Timur, contoh paling konkret adalah Pak Jusuf Kalla, beliau dua kali jadi Cawapres dengan Capres yang berbeda bisa memenangkan pertarungan Pilpres,” jelas Ismail.

Baca Juga : PKS Sulsel Matangkan Program dan Target Politik di Rakerwil

Anggota DPRD Susel itu menyampaikan bahwa Sulsel secara khusus dan Pulau Sulawesi secara umum tidak pernah kehabisan tokoh untuk dipinang sebagai Cawapres.

“Ketokohan Pak SYL yang berkarir dari bawah dan sekarang jabat Menteri Pertanian, apalagi yang kita ragukan. Pak Sandi dengan kemampuan beliau saat ini membenahi dunia pariwisata kita, termasuk Pak Andi Amran kan, beliau tokoh kawasan Indonesia Timur yang punya kemampuan leadership yang kuat,” ungkap politisi asal Bone ini.

Meski begitu, Ismail menegaskan bahwa siapa pun Cawapresnya dari kawasan Indonesia Timur, Presidennya adalah Anies Baswedan.

Baca Juga : Sekjen PKS Dijadwalkan Hadiri Rakerwil di Makassar

Hal senada pernah ditegaskan oleh Ketua DPW PKS Sulsel M Amri Arsyid, dia menyampaikan bahwa nama Andi Amran Sulaiman (mantan Menteri Pertanian) dan Zulkieflimansyah (Gubernur Nusa Tenggara Barat) jadi kandidat kuat usulan PKS untuk mendampingi Anies Baswedan pada Pilpres 2024 mendatang.

“Sebenarnya selain Pak Amran, ada juga nama Pak Zulkieflimansyah Gubernur NTB, dan sejumlah tokoh dari Maluku, yang menguat di Indonesia Timur. Inilah yang sedang kita jajaki. Tapi yang pasti, kita juga sudah komunikasi di internal PKS, khususnya beberapa DPW PKS di Indonesia Timur, dan insya Allah mereka memberikan respon yang positif,” kata Amri.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...