Logo Sulselsatu

Khofifah Bicara Investasi di Depan Peserta Pelatihan Kepemimpinan LAN-RI Makassar

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 25 Juli 2023 14:45

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat jadi pembicara pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk II di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Kota Makassar (Foto: Sri Wahyu Diastuti/Sulselsatu.com)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat jadi pembicara pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk II di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Kota Makassar (Foto: Sri Wahyu Diastuti/Sulselsatu.com)

SULSELSATU.com, MAKASSARGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi pembicara pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk II di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Kota Makassar, Selasa (23/7/2023).

Kofifah didapuk berbicara dengan materi “Peningkatan iklim investasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan”.

Dalam pemaparannya, Khofifah menguraikan keberhasilan Jawa Timur dalam realisasi investasi selama beberapa tahun terakhir. Termasuk saat pandemi Covid-19 masih melanda, khususnya pada periode 2021-2022.

Baca Juga : Gubernur Jawa Timur Khofifah Positif Corona

“Tren investasi di Jawa Timur terus meningkat. Tahun lalu, realisasi investasi tembus 38 persen dibanding 2021 dengan nilai Rp 110,3 triliun,” sebut Khofifah di depan peserta pelatihan yang merupakan pejabat pimpinan tinggi pratama dari berbagai daerah.

Menurut Khofifah, ada beberapa hal yang dilakukan Pemerintah Jawa Timur di bawah kepemimpinannya sehingga iklim investasi tetap terjaga. Salah satunya inovasi.

“Beberapa waktu lalu kita luncurkan Inisiasi Kolaborasi dan Inovasi (IKI) Investasi Jatim dan Jatim Online Single Submission Goes Android Operating System atau Joss Gandos,” ujar Khofifah.

Baca Juga : VIDEO: Gubernur Jatim Minta Maaf Soal Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua

Selain itu, Pemerintah Jawa Timur kata Khofifah terus menjaga kepercayaan investor. Serta memberikan kemudahan-kemudahan pelayanan agar para investor mau berinvestasi di Jawa Timur.

Di sisi lain kata dia, institusi terkait, khususnya Dinas Penananaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) harus mengikuti pergerakan minat investor. Mereka juga harus paham potensi daerah yang bisa menarik minat investor.

“Menemu-kenali potensi daerah untuk investasi menjadi penting,” beber Khofifah.

Pembangunan ekonomi yang dilakukan kata Khofifah harus tumbuh inklusif, dengan tetap memperhatikan green economy dan blue economy.

Khofifah menjelaskan bahwa investasi memberikan nilai tambah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun harus dibarengi dengan support dari pemerintah terhadap investor agar bisnis mereka berjalan aman.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis04 Agustus 2026 16:30
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel, Produksi Semester I 2026 Hampir 30 Ribu Ton
PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat strategi hilirisasi nikel sekaligus mencatat peningkatan kinerja operasional pada semester pertama 2026....
Bisnis04 Agustus 2026 15:19
Promo Honda Merdeka Asmo Sulsel, DP Mulai Rp700 Ribuan dan Hemat hingga Rp8 Juta
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menghadirkan program penjualan spesial Honda Merdeka dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik...
Metropolitan04 Agustus 2026 15:07
Andi Muzakkir Aqil: Pemilahan Sampah Kunci Pengelolaan Modern, Masyarakat Harus Terlibat
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Andi Muzakkir Aqil, menyatakan dukungan penuh terhadap p...
Metropolitan04 Agustus 2026 15:05
Wali Kota Makassar Cek Langsung Progress Pembenahan TPA Tamangapa Menuju Sanitary Landfill
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, kembali meninjau kondisi ...