Logo Sulselsatu

Polrestabes Makassar Turun Tangan Atasi Kisruh Perebutan Kantor Rektor UMI

Asrul
Asrul

Jumat, 13 Oktober 2023 09:05

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Polrestabes Makassar menggelar pertemuan tertutup dengan pihak internal UMI yang berpolemik di Hotel Mercure. Polrestabes meminta semua kedua belah pihak tidak melakukan provokasi agar situasi tetap kondusif.

“Kita mempertemukan antara pihak dari UMI yang ada permasalahan di internal. Kemudian kita hadir di sini untuk bisa menyatukan, menyamakan persepsi dan untuk menyelesaikan masalah internal.
Pertemuan diantara kedua belah pihak semua menyepakati untuk menjaga situasi yang kondusif,” ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Mokhamad Ngajib.

Dia berharap pertemuan ini bisa mendinginkan suasana di UMI Makassar dengan polemik internalnya. Dari hasil pertemuan ini, Ngajib menilai permasalahan di UMI Makassar tidak terlalu rumit hingga bisa mengakibatkan perpecahan.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

“Dan sebenarnya dengan pertemuan ini, dengan silaturahmi ini sudah semuanya baik-baik saja. Tidak ada suatu permasalahan yang menjadikannya rumit dan yang mengakibatkan perpecahan, tidak ada,” jelasya.

Selain pihak internal, dia juga meminta pihak luar agar tidak melakukan provokasi ke dalam. Pasalnya, situasi sekarang sudah konfusif.

“Jadi semua Alhamdulillah kondusif di antara semua pihak. Diharapkan tentunya pihak luar tidak memprovokasi, tidak ada kelompok massa atau pihak lainnya. Karena di internal semuanya kondusif,” ujarnya.

Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo

Diketahui pertemuan tertutup ini dihadiri sejumlah pihak, diantaranya IKA UMI Makassar, pengurus yayasan wakaf, pengawas serta para wakil rektor.

Usai pertemuan tertutup, Ketua Yayasan Wakaf UMI Makassar Prof Masrurah Muhktar tampak keluar dan buru-buru meninggalkan hotel. Dia menolak memberi tanggapan soal pertemuan ini saat dicegat untuk diwawancarai.

Sementara itu, Rektor nonaktif Prof Basri Modding yang lebih dulu keluar ruangan juga irit bicara. Dia hanya mengaku jika berkas gugatannya sudah didaftarkan ke PTUN. “Sekarang sudah masuk pengadilan,” singkatnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Pelabuhan Pelindo

“Hasilnya tadi itu, Plt dan rektor ini (nonaktif) tidak boleh masuk kantor dulu. Khusus rektor. Tidak ada bisa masuk. Wakil rektor bisa masuk,” sambung Basri sambil berlalu.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News05 Agustus 2026 18:54
Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Jangan Ada Premanisme Industrial
Ketegangan akibat aksi blokade jalur logistik (hauling) di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) memantik ...
Ekonomi05 Agustus 2026 18:29
APERSI Sulsel Gelar APEX 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar Dukung Program 3 Juta Rumah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan akan menggelar APERSI Proper...
News05 Agustus 2026 18:04
PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara guna mendukung percepatan...
Bisnis05 Agustus 2026 17:27
Transformasi TelkomGroup Kini Tunjukkan Hasil, InfraNexia Bukukan Pendapatan Rp7,7 Triliun
Transformasi bisnis yang dijalankan TelkomGroup mulai menunjukkan hasil positif. PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatat pendapatan se...