Logo Sulselsatu

Atasi Masalah Petani Bawang Merah di Enrekang, Pemprov Sulsel Siapkan Skema Bisnis Hulu Hingga Hilir

Asrul
Asrul

Rabu, 08 November 2023 22:16

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, ENREKANG – Berbagai persoalan yang dihadapi petani bawang merah di Kabupaten Enrekang, disampaikan kepada Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, yang melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut sejak kemarin, Selasa, 7 November 2023. Mulai dari harga bibit yang mahal hingga tidak adanya kepastian harga pasca panen.

Karena itu, Pj Gubernur Bahtiar menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemprov Sulsel bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Enrekang, untuk menyiapkan skema bisnis yang tepat bagi para petani bawang merah di Enrekang. Mulai dari hulu hingga ke hilir.

“Bertani bukan hanya semangat saja, tapi harus menggunakan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang baik. Supaya bisa menghasilkan hasil pertanian yang melimpah,” kata Bahtiar, dalam acara silaturahmi Penjabat Gubernur Sulsel bersama Pemerintah Daerah Enrekang, Forkopimda, Pimpinan OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, dan Tokoh Masyarakat, di Pendopo Rujab Bupati Enrekang, Rabu, 8 November 2023.

Baca Juga : Program Mudik Gratis Sulsel 2026 Pelindo Dapat Apresiasi Pemprov Sulsel

Ia mengungkapkan, harus ada skema bisnis khusus untuk komoditi bawang merah. Supaya semua ada kepastian harga, dan memutus mata rantai tengkulak yang merugikan para petani.

“Para petani kita harus mendapatkan kepastian harga dan pasar. Mereka juga harus diajarkan cara bertani modern, yang mengedepankan ilmu pengetahuan. Bibit, pupuk, air, semua harus tersedia,” terangnya.

Bahtiar mengaku sengaja membawa semua tim dari seluruh OPD di Pemprov Sulsel, agar bisa berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah. Ia menekankan, anggaran pemerintah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat yang lebih besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

Ia juga mengungkap rencananya mengembangkan pisang cavendish di Enrekang, dengan berbasis kecamatan. Memanfaatkan lahan-lahan tidur, yang selama ini tidak menghasilkan.

Sementara, Pj Bupati Enrekang, Baba menyampaikan, untuk mendukung program prioritas Pj Gubernur Bahtiar dalam budidaya pisang, pihaknya menyiapkan lahan 500 hektare. Ia mengungkapkan, saat ini uang berputar di Kabupaten Enrekang mencapai Rp3 triliun setiap tahun.

“Kami siap mendukung program prioritas Bapak Gubernur Sulsel dengan menyiapkan lahan untuk budidaya pisang cavendish,” kata Baba.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...
News04 November 2026 20:41
Pegadaian Ambon Raih Tiga Penghargaan CSR 2026
PT Pegadaian (Persero) Area Ambon meraih tiga penghargaan Winner Top CSR Award 2026 dari Pemerintah Kota Ambon....