Logo Sulselsatu

Andi Palalloi Tabrang Beri Solusi Atasi Kelangkaan BBM di Sulsel

Asrul
Asrul

Senin, 18 Desember 2023 18:49

Caleg DPR RI Dapil Sulsel 2 Partai NasDem Andi Palalloi Tabrang. Ist
Caleg DPR RI Dapil Sulsel 2 Partai NasDem Andi Palalloi Tabrang. Ist

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kelangkaan bahar bakar minyak (BBM) khususnya solar kembali langka di Provinsi Sulawesi Selatan.

Bahkan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin melihat langsung bagaimana para sopir truk sampai berjam-jam mengantre di SPBU untuk mendapatkan bahan bakar solar.

“Saya pantau beberapa SPBU khususnya di Kabupaten Bone ada antrean panjang, sampai bermalam itu sopir truknya. Ini ada apa,” ujar Bahtiar.

Baca Juga : Meski Tak Masuk Survei, Andi Palalloi Tabrang Optimis Tembus Senayan

Merespon hal itu, Caleg DPR RI Dapil Sulsel 2 dari Partai NasDem Andi Palalloi menyampaikan beberapa solusi yang ditawarkan kepada seluruh pihak terhadap persoalan kelangkaan solar tersebut.

“Mestinya hal ini tidak perlu terjadi jika pemerintah, Pertamina, dan BPH Migas perlu berterus terang kepada masyarakat tentang apa yang sedang terjadi,” kata Andi Palalloi Tabrang kepada wartawan, Senin (18/12/2023).

“Jangan semua pihak hanya berusaha mengeluarkan pernyataan berupa pembelaan terhadap institusinya masing-masing saja, namun tidak ada yang berusaha memperbaiki keadaan,” sambung Caleg pemilik nomor urut 5 itu.

Baca Juga : Meski Tanpa Petahana, Andi Palalloi Tabrang Optimis NasDem Raih Kursi Senayan di Dapil Sulsel 2

Politisi berlatar belakang pengusaha ini menawarkan solusi kongkrit yang bisa dilakukan untuk agar persoalan kelangkaan tak terjadi lagi.

“Beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain, bahwa biosolar hanya dijual kepada semua jenis angkutan umum darat, sungai dan laut, para petani dan nelayan saja dan tidak diperuntukkan bagi semua jenis kendaraan pribadi,” jelas pemilik tagline Anak Kampung ini.

Hal lain kata Andi Palalloi adalah dibutuhkan Satgas yang melakukan pengawasan terhadap proses pendistribusian BBM.

“Selanjutnya, pemerintah perlu membentuk satuan tugas pengawasan yang tidak hanya terdiri dari orang pemerintahan dan Pertamina saja, melainkan harus terdiri dari berbagai elemen yang ada di masyarakat. Misalnya melibatkan para pemilik SPBU, Asosiasi Angkutan Orang, Asosiasi Angkutan Barang, Asosiasi Petani, Asosiasi Nelayan, dan Masyarakat Transportasi Indonesia,” ungkapnya.

Terakhir adalah, perlu ada ketegasan dari pihak berwenang bila ditemukan ada yang bermain

“Perlu juga diberikan sanksi yang tegas dan jelas bagi SPBU jika ada yang terbukti menyalurkan Biosolar kepada yang tidak berhak. Atau, pemerintah harus berani mencabut subsidi Biosolar jika memang punya alasan tidak mau APBN tekor gara-gara kenaikan harga minyak dunia,” tutup Andi Palalloi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video24 Agustus 2026 21:38
VIDEO: Pesawat Sukhoi Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin
SULSELSATU.com – Sebuah pesawat Sukhoi keluar dari landasan pacu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Kejadian terjadi pada Senin (24/8/2...
Ekonomi24 Agustus 2026 21:31
Kalla Institute Berdayakan UMKM Perempuan di Maros Lewat Digitalisasi dan Teknologi
Kalla Institute melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memperkuat kapasitas UMKM perempuan di Kabupaten Maros, Sulawesi Se...
Nasional24 Agustus 2026 21:23
Penyaluran Pindar ke UMKM Tumbuh 23,25 Persen, Capai Rp35,12 Triliun
Pembiayaan melalui industri pinjaman daring (Pindar/fintech lending) semakin berperan dalam membuka akses pendanaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, da...
Bisnis24 Agustus 2026 20:56
Kinerja PJM Group hingga Juli 2026 Membaik, Laba Usaha Capai 120 Persen
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) mencatat perbaikan kinerja keuangan sepanjang Januari hingga Juli 2026....